oleh

Tiga Pemicu Rusuh Di Enrekang-Toraja Ditangkap

Editor :rakyat-admin-Berita

Masyarakat Diminta Tetap Tenang

 

RAKYAT SULSEL . TORAJA – Tiga pelaku penganiayaan terhadap Rusmin (20), warga Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang,  akhirnya ditangkap tim gabungan Resmob Polda Sulsel dan Polres Toraja, Sabtu (25/8) sore. Mereka masing-masing, Calvien (23) dan Toha (22). Keduanya ditangkap di Kolaka, Sulawesi Tenggara dan Ali alias Atong (26) diamankan di Toraja.

Informasi yang dihimpun, tim Resmob Polda Sulsel dipimpin Wadirreskrim Umum AKBP Dharma Lelepadang bekerja sama dengan Reskrim Polres Toraja melakukan penelusuran terkait penganiayaan yang menewaskan Rusmin. Perintah langsung Kapolda Sulsel Irjen Pol Mudji Waluyo untuk segera menangkap pelaku direspons oleh tim gabungan itu.

Sejumlah saksi di lokasi kejadian pun diperiksa dan dimintai keterangannya. Setidaknya, ada delapan orang yang diduga sebagai pelaku penganiayaan terhadap Rusmin saat berada di salah satu Cafe di Kecamatan Mengkendek, Toraja.

“Kita bergerak melakukan penelusuran. Beberapa hari dilakukan penyelidikan terkait keberadaan pelaku yang identitasnya sudah dikantongi. Hasilnya, tiga pelaku berhasil kami tangkap. Dua orang di Kolaka dan seorang di Toraja,” ujar Wadirreskrim Umum, AKBP Dharma Lelepadang, Sabtu (25/8) malam.

Dharma menambahkan, usai menangkap dua pelaku di Kolaka, tim kemudian mengembangkannya. Tak lama kemudian, seorang pelaku lainnya, Ali alias Atong  berhasil ditangkap di Toraja. “Saat ini, kami  masih mengejar lima pelaku lainnya,” tambah mantan Kapolres Barru itu.

Masih kata Dharma, dua pelaku yang ditangkap di Kolaka diduga kuat sebagai pelaku utama. Mereka melakukan penganiayaan langsung dengan cara memukul korban hingga luka parah.

Sementara itu, Kapolres Enrekang AKBP Ika Waskita yang dihubungi, mengaku, kabar tertangkapnya tiga pelaku penganiayaan terhadap Rusmin juga sudah diketahui keluarga korban. Keluarga korban mengaku gembira karena polisi bisa mengungkap para pelaku.

“Syukurlah, karena pelaku sudah ditangkap. Keluarga korban juga sudah merasa lega,” ujar Ika.

Kapolres mengaku, kondisi terakhir di perbatasan Enrekang-Toraja sudah semakin kondusif. Masyarakat tidak ada lagi yang melakukan penghadangan terhadap bus Trans Sulawesi. “Kita harapkan kondisi bisa terus aman. Soalnya, masyarakat puas dengan kinerja polisi,” tandasnya.

Di tempat terpisah, Kapolda Sulsel Irjen Pol Mudji Waluyo yang dihubungi mengatakan, dirinya salut dengan kinerja aparatnya yang berhasil mengungkap dan menangkap para pelaku penganiayaan itu. “Setidaknya pelaku sudah diamankan dan diharapkan masyarakat bisa tenang dan mempercayakan semuanya ke polisi,” ungkap jenderal bintang dua itu.

Mudji meminta kepada masyarakat untuk sepenuhnya percaya dengan kinerja kepolisian. Tindakan kriminal, kata dia, pasti akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

Sekadar diketahui, Rusmin tewas setelah dianiaya sejumlah pemuda di salah satu Cafe di Kecamatan Mengkendek Kabupaten Toraja, Rabu (15/8) lalu. Diduga kuat, penganiayaan itu dikarenakan cekcok setelah menenggak minuman keras. Selain Rusmin, dua warga Enrekang lainnya mengalami luka akibat pengeroyokan itu.

Rusmin akhirnya tewas di salah satu rumah sakit di Makassar pada Jumat (17/8) karena luka parah di tubuhnya. Kematian Rusmin sempat membuat warga dan keluarga korban yang berada di Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang, marah. Mereka sempat memblokir perbatasan Enrekang-Toraja dan mengadang bus Trans Sulawesi yang melintas. (her)

Komentar