oleh

Lapas Bollangi Lebihi Kapasitas

Editor :rakyat-admin-Daerah-
Bupati Gowa H Ichsan Yasin Limpo didampingi Agus Soekono usai mengunjungi Lapas Narkotika di Bollangi, Gowa.

RAKYAT SULSEL . GOWA – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkoba Klas II A Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Agus Soekono, mengakui, di lembaga yang dipimpinnya saat ini telah over kapasitas dalam menampung para narapidana (napi). Namun, karena kemampuan terbatas dalam menyiapkan tempat yang sesuai maka pihak petugas Lapas bekerja ekstra keras dalam memberikan pembinaan.

“Daya tampung Lapas Narkotika di sini ideal hanya 345 orang namun, jumlah penghuni yang melebihi kapasitas sehingga petugas harus bekerja keras guna terjaga suasana tetap kondusif,” ujarnya pada saat menerima kunjungan Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo.

Bupati mengunjungi Lapas Narkotika dan Wanita yang terletak di Bolangi Kecamatan Pattallassang, usai peringatan HUT RI ke-67, Jumat (17/8) lalu.

Di Lapas Narkoba dan Wanita ini, Bupati Gowa periode kedua ini menyerahkan remisi dari Menteri Hukum dan HAM atas nama Presiden RI kepada 405 warga binaan yang menghuni Lapas yang memiliki luas 1500 Ha. Khusus di Lapas Narkoba warga binaan yang mendapatkan remisi tahun ini dengan perincian,  remisi 6 bulan 1 orang, 4 bulan 1 orang, 3 bulan 96 orang, 2 bulan 226 orang dan 1 bulan 81 orang. Tiga diantaranya mendapatkan remisi bebas.

Sedangkan Lembaga Pemasyarakatan wanita Klas II A Sungguminasa sebanyak 80 warga binaan mendapatkan remisi. Terdiri dari remisi  6 bulan 3 orang, 5 bulan 3 orang, 4 bulan 4 orang! 3 bulan 27 orang, 2 bulan 31 orang dan 1 bulan 12 orang.

Bupati Gowa, H Ichsan Yasin Limpo yang membacakan sambutan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia mengatakan pemberian remisi merupakan hak dari semua warga binaan. Hal ini bertujuan, lanjut dia, agar mereka bisa melanjutkan hidupnya secara layak sekaligus kembali bertanggung jawab kepada diri, keluarganya serta masyarakat.

Pemberian remisi jangan dianggap suatu bentuk hadiah bagi para warga binaan pemasyarakatan untuk cepat bebas, namun dijadikan sebagai proses menjadi pribadi yang lebih baik. Olehnya itu diharapkan mereka nantinya setelah keluar dari lapas dapat hidup secara layak tanpa bermasalah dengan hukum lagi. (K1/C)

Komentar