oleh

Dari Festival Bedug dan Takbiran Tingkat Provinsi Sulsel 1433 H

Editor :rakyat-admin-HL

Perebutkan Rp50 Juta, Peserta Bersaing Kostum Ala Timur Tengah

 

Gubernur Syahrul Yasin Limpo dan Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo memukul bedug sabagi tanda dimulainya Festival Bedug dan Takbiran Tingkat Provinsi Sulsel 1433 H.

RAKYAT SULSEL . SEBANYAK 31 peserta dari delapan kabupaten/kota di Sulsel, bersaing. Mereka akan memperebutkan uang tunai sebesar Rp50 juta pada Festival Bedug dan Takbiran Tingkat Provinsi Sulsel 1433 H.

 

Laporan: Muhammad Asri

asri.jurnalis@gmail.com

 

PUKULAN bedug dikenal sebagai tanda panggilan mengawali adzan. Sedangkan takbir dikumandangkan sebagai pertanda diraihnya kemenangan memasuki Hari Lebaran.

Bedug dan takbiran merupakan syiar Islam yang harus dibudayakan, khususnya di kalangan generasi muda. Hal itulah yang melatarbelakangi pelaksanaan Festival Bedug dan Takbiran Tingkat Provinsi Sulsel 1433 H.

Sebanyak 31 peserta dari delapan kabupaten/kota di Sulsel, turut berpartisipasi pada acara yang dilaksanakan di Panggung Demokrasi Syech Yusuf Discovery Sungguminasa, Sabtu (11/8) malam lalu. Antara lain; Kabupaten Kepulauan Selayar, Bulukumba, Bantaeng, Takalar, Maros, Luwu Utara, Makassar, dan Gowa. Kategori yang diperlombakan, yakni antarinstansi pemerintahan, antarsanggar seni, dan antarremaja masjid.

Tidak tanggung-tanggung, hadiah utama yang diperebutkan adalah uang tunai sebesar Rp50 juta. Tidak hanya itu, ada pula hadiah umrah untuk pemenang kedua, dan sepeda motor untuk pemenang ketiga.

Untuk menjadi pemenang, para peserta berusaha tampil maksimal untuk menarik perhatian juri dan penonton. Tidak hanya melalui kepiawaian memukul bedug atau mengumandangkan takbir. Tetapi, juga melalui kostum ala Arabian dengan warna yang mencolok.

Ada peserta yang menggunakan kostum ala wali, ada pula peserta yang memakai kostum baju adat yang dimodifikasi.

Festival Beduk dan Takbiran Tingkat Provinsi Sulsel 1433 H, dibuka dengan penampilan nasyid dari Magista Voice, yang merupakan siswa SMK Negeri 1 Somba Opu. Sebagai pengisi acara, Magista Voice tidak ingin kalah dengan penampilan para peserta.

Mereka tampil dengan baju panjang selutut berwarna kuning dilengkapi dengan selendang berwarna merah menyala.

Salah seorang peserta dari Kabupaten Maros, Amran, mengatakan, tim mereka sudah melakukan persiapan sejak sebulan lalu. Termasuk dalam hal menyiapkan kostum.

“Persiapan kami sejak bulan lalu. Pakaian ini kami desain dan suruh jahit sendiri,” kata Amran.

Sementara Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, pergaulan global sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat, khususnya para remaja kita. Karenanya, dibutuhkan syiar-syiar Islam melalui seni untuk menanamkan agama dalam aktivitas keseharian mereka.

“Agama harus didorong lebih kuat agar anak-anak kita bisa menyaring pengaruh buruk yang mungkin timbul dari pergaulan global. Salah satunya melalui acara ini,” kata Syahrul.

Bupati Gowa, Ichsan Yasin Limpo, menambahkan, Festival Bedug dan Takbiran, dilaksanakan tiap tahun pada bulan Ramadan. Sebelumnya, event tersebut hanya dilaksanakan pada tingkat kelurahan, kecamatan, dan juga kabupaten.

“Festival tingkat provinsi ini sudah dilaksanakan selama lima tahun terakhir dan menjadi event tetap tahunan. Tujuannya, mendorong generasi muda agar bangga dan apresiasi pada seni religius,” pungkasnya. (al)

Komentar