oleh

Uji Kompetensi Guru Masih Kacau

Editor :rakyat-admin-HL, Wawancara-

RAKYAT SULSEL . Sejumlah guru mengeluhkan kesiapan panitia, dalam hal ini Kemendiukbud, dalam menyelenggarakan uji kompetensi guru (UKG). Di sejumlah daerah, masih banyak guru belum juga bisa mengakses soal-soal ujian UKG online tersebut.

Persoalan utama adalah pada koneksi internet dan belum siapnya server Kemendikbud dalam menerima akses yang meningkat signifikan dalam waktu bersamaan, yaitu jutaan guru dari seluruh Indonesia. Faktor sosialisasi yang kurang dan pelaksanaan yang mepet di bulan Ramadan juga menjadi kendala serius para guru.

Tak sedikit guru peserta UKG mengeluhkan melencengnya substansi soal dengan kompetensi yang diujikan. Belum lagi kelengkapan soal bergambar yang tersaji dengan buruk, dan soal ujian yang tidak dilengkapi dengan pilihan jawaban.

Lebih parah lagi di daerah, karena sulitnya mengakses soal, hingga para guru diperbolehkan mengulang uji kompetensi pada Oktober mendatang.

UKG hari pertama di Kabupaten Gowa, misalnya, dari 24 perserta kelompok pertama yang mengikuti UKG di SMKN 1 Pallanga, 22 guru terpaksa harus gigit jari dan meninggalkan ruang ujian sebelum menyelesaikan soal. Komputer yang mereka gunakan tidak connect dengan pusat . Akibatnya, mereka gagal melakukan up loading data.

Pengawas UKG SMKN 1 Pallangga, Muharram mengatakan, setiap peserta UKG diberi waktu mengerjakan soal secara on-line selama 2 jam. Setelah waktu habis, para peserta harus meninggalkan ruang ujian karena akan digunakan oleh kelompok selanjutnya.

“Setiap hari kita bagi tiga kelompok yakni kelompok pertama masuk pada pukul 8.00, kelompok 2 pada pukul 11.00, dan kelompok 3 pada pukul 16.00 Wita,” ujar Muharram.

Namun kondisi di lapangan tidak demikian adanya akibat sistem yang off line. “Peserta yang batal mengikuti UKG hari ini (kemarin,red) akan dijadwal ulang sesuai konfirmasi dari Kemendikbud,” urainya.

Hal lain terjadi di Kota Palopo. Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Pendidikan Palopo, peserta UKG yang diikuti 1.126 guru dari jumlah peserta yang terdaftar 1.134, tingkat ketidaklulusan sangat tinggi di dua hari pelaksanaannya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Palopo, Muhammad Yamin, mengakui banyak guru yang tidak lulus UKG. Pelaksanaan UKG seperti di SMKN 1, hanya ada satu yang dinyatakan lulus dari 168 orang yang ikut. Sementara di SMAN 6, lebih banyak lagi. Hanya saja, jumlah pastinya belum diketahui.

Dari 1.134 orang yang mengikuti UKG ini, masing-masing sebanyak 360 guru mengikuti UKG di SMAN 6, 252 guru di SMAN 1, 252 guru di SMKN 1 dan sebanyak 270 guru SMKN 2. Peserta yang mengikuti UKG di SMKN 1 Palopo misalnya, dari 252 peserta ternyata hanya ada 1 orang yang berhasil lulus, itu pun dengan angka standar yakni tujuh.

Di SMAN 6 Palopo juga terjadi hal yang sama. Dari data pengawas yang dihimpun ternyata dari 360 peserta yang ikut, sebagian besar tidak lulus. Hanya saja, data di SMAN 6, untuk angka pastinya pengawas tersebut belum bisa menyebutkan.

“‘Dari ratusan peserta yang telah mengikuti UKG selama dua hari sebelumnya di SMKN 1 Palopo hanya ada satu orang yang bisa dinyatakan lulus,” jelas Tim LPMP Bagian Teknisi UKG, Muhammad Rum Rahman kepada Rakyat Sulsel, kemarin.

Dia juga menyebutkan nilai tertinggi yakni hanya angka 70 dan juga hanya satu orang saja yang mencapai angka tersebut. Peserta yang lain hanya meraih nilai di bawah standar penilaian UKG yakni di bawah angka 70.

Abdullah Jabbar, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulsel, mengatakan, semua guru di Sulsel wajib mengikuti UKG, termasuk guru-guru yang telah tersertifikasi. “Kami di Dinas Pendidikan Sulsel belum mengetahui secara jelas teknis pelaksanaannya dan hasilnya seperti apa karena yang melaksanakan adalah Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sulsel dan koordinasinya langsung dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan ke kabupaten/kota,” katanya. (*)

Komentar