oleh

Ramadhan Fair di Gowa Dihentikan, Pedagang Kecewa

Editor :rakyat-admin-Daerah-
Hasanuddin Ahmad memberi keterangan terkait penutupan ramadhan fair di pelataran Gedung H Bate Sungguminasa Kabupaten Gowa.

RAKYAT SULSEL . GOWA – Pemkab Gowa melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gowa menghentikan kegiatan pedagang kakilima di Ramadhan Fair yang digelar oleh Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Gowa di pelataran Gedung Serbaguna H Bate, Sungguminasa, Rabu (1/8) malam.

Aksi penghentian dilakukan karena izin operasi Ramadhan Fair ini sudah melewati batas waktu yang diberikan oleh Pemkab Gowa lewat Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Linmas (Bakesbangpol dan Linmas) Kabupaten Gowa sudah berakhir, Selasa,(31/7). Penghentian ini mendapat protes sejumlah pedagang di arena ini.

Para pedagang beranggapan batas izin operasi Minggu,(19/8), sehingga melakukan aksi protes dengan enggan membuka lods yang disewanya dari penyelenggara, karena tidak sesuai kesepakatan awal. “Panitia menyampaikan pada kami izin operasi Ramadhan Fair ini mulai pada 19 Juli hingga 19 Agustus 2012. Namun, kenyataannya belum sampai batas waktunya sudah dihentikan,” keluh Irham, salah seorang pedagang Ramadan Fair 2012.

Dia mengatakan, kejadian ini sudah merugikan pedagang yang menjual di pasar malam yang digelar KNPI Gowa ini, karena baru beberapa hari berjalan sudah ada penegasan dari Pemkab  Gowa untuk menutup aktivitas di pasar ini. “Kami sudah dirugikan, karena sudah membayar panjar sewa lods sebesar 50% yang ditetapkan panitia, namun baru berjalan beberapa hari sudah ditutup,” ujarnya.

Berdasarkan informasi, ada dugaan kesalahpahaman dilakukan Bakesbangpol dan Linmas Gowa. Pasalnya, sesuai surat permohonan izin acara Ramadan Fair yang disampaikan panitia ke Bakesbangpol dan Linmas, kegiatan tersebut digelar pada 31 Juli hingga 19 Agustus 2012, namun jadwal izin yang diterbitkan pihak Bakesbangpol Gowa 19 hingga 31 Juli dengan surat Nomor: 053/1369/BKB.PL/2012 tentang rekomendasi kegiatan.

Sementara sewa kios yang dibebankan panitia kepada para pedagang bervariasi. Lods yang berada di depan halaman gedung pedagang dikenakan sewa sebesar Rp 3 juta, sementara lods yang letaknya disamping dan belakang gedung disewakan Rp 2 juta.

Kasatpol PP Gowa Hasanuddin Ahmad Pawero mengatakan, penutupan acara Ramadan Fair yang digelar oleh KNPI Gowa, karena sudah melampaui batas waktu izin operasinya. “Kami hanya melaksanakan perintah Bupati Gowa untuk menghentikan aktivitas di Ramadhan Fair, karena acaranya sudah melampaui batas waktu,” katanya seraya menyebut pasar malam sesuai edaran bupati Gowa dilaksanakan seminggu sebelum hari raya, yakni, Idul Fitri, Idul Adha, Natal, dan tahun baru.

Hasanuddin mengakui, Pemkab memberikan kebijakan kepada panitia agar membongkar sendiri lods para pedagang. “Bila hingga batas waktu yang ditentukan belum juga dibongkar, maka kami akan mengambil tindakan tegas dengan bongkar paksa lods mereka,” ujarnya di Sungguminasa.

Sementara Wakil Ketua DPRD Gowa Rahman Syah mengatakan, ada kesalahan koordinasi antara pihak Pemkab selaku pemberi izin dengan panitia ramadan fair, sehingga yang terjadi seperti saat ini. “Ini menjadi pelajaran bagi panitia even apa saja bahwa segala sesuatunya harus ada koordinasi yang baik,” imbuhnya.

Ditambahkan, lebih bagus lagi seandainya KNPI menyerahkan saja kegiatan pasar malam itu pada kelompok masyarakat kecil untuk memberdayakan mereka.

Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo, sebelumnya mengatakan, Ramadan Fair yang digelar KNPI kurang tepat lagi dilakukan. Menurut dia, jauh lebih baik jikapengurus KNPI menggelar pasar murah yang digelar dis etiap pasar yang ada di wilayah Gowa. “Pasar murah lebih bermanfaat diselenggarakan KNPI untuk membantu warga guna menekan lonjakan harga dilakukan para pedagang yang ada di pasar tersebut,” ungkapnya baru-baru ini. (K1/D)

 

Komentar