oleh

Protes Galian, Warga Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Editor :rakyat-admin-HL
Warga mengibarkan bendera setengah tiang di sepanjang jalan menuju lokasi pertambangan di Kampung Padakki, Kelurahan Balocci Baru.

RAKYAT SULSEL . PANGKEP – Kesal karena pertambangan galian C kembali beroperasi, warga Kampung Padakki dan Kampung Paccora, Kelurahan Balocci Baru, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep mengibarkan bendera merah putih di sepanjang jalan yang dilalui kendaraan sepuluh roda menuju lokasi tambang.

Warga menuding sikap penambang yang dinilai tidak menghormati perjanjian di kantor DPRD untuk tidak beroperasi sampai ada pengkajian ulang dari Dinas-dinas terkait. Warga juga menyayangkan sikap pemerintah yang tidak tegas terhadap para penambang, warga menilai pemerintah yang menutup mata dan melakukan pembiaran terhadap aktifitas tambang.

“Bendera yang kami kibarkan setengah tiang ini karena kami kecewa sama tambang yang kembali beroperasi, padahal kan sudah ada kesepakatan untuk tidak beraktifitas dulu,” kecam Sa’diyah, salah seorang warga.

“Mana pemerintah? Kenapa tidak larang itu tambang berktifitas?” tambahnya.

Sejak Rabu (1/8), puluhan armada sepuluh roda kembali beroperasi mengangkut hasil pertambangan dari kampung ini. Warga langsung melaporkan hal ini kepada pemerintah setempat, namun baik itu pihak kelurahan maupun kecamatan tidak ada satupun yang bertindak.

Anggota Komisi III DPRD Pangkep dipimpin ketuanya, Umar Haya, langsung meninjau lokasi pertambangan untuk melihat langsung aktifitas pertambangan yang kembali beroperasi. Setelah tiba di lokasi, para anggota Komisi III kompak menyatakan bahwa seharusnya para penambang bisa menahan diri untuk tidak melakukan aktifitas pertambangan, sampai pemerintah selesai mengkaji ulang keberadaan tambang.

“Mestinya tidak ada aktifitas dulu, karena keputusan hasil rapat (Rapat Dengar Pendapat) pekan lalu tegas menyebutkan agar penambang tidak melakukan aktifitas penambangan,” kata Ardi Arsyad anggota Komisi III dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

“Instansi-instansi terkait kan sedang dalam pengkajian, kita desak mereka untuk segera mengeluarkan hasil pengkajiannya dan ada kepastian untuk semua, apakah pertambangan ini bisa terus atau tidak,” tambahnya.

Terkait perbedaan sikap internal DPRD Pangkep tentang pertambangan di kampung paccora, Ardi menuturkan bahwa komisi III sepakat untuk kembali memanggil Distamban guna mempertanyakan alasan beroperasinya penambangan.

“Kita dari komisi III akan memanggil kembali kepala distam untuk mempertanyakan, apa dasarnya, apa alasannya kenapa sampai truk sepuluh roda kembali beroperasi,” ujarnya.

Terkait usulan rapat pleno, Ardi menyebutkan bahwa Komisi III berencana memasukkan usulan tersebut kepada ketua DPRD pangkep paling lambat Senin depan. “Usulan pleno dari komisi III terkait maslah tambang ini akan masuk hari Jumat paling lambat hari Senin depan,” kata Ardi. (K5/D)

Komentar