oleh

Penetapan Taufan Diprotes, PAN Bone Dilanda Badai

Editor :rakyat-admin-Berita

-Dinilai Tak Sesuai Mekanisme

-Kader Pertanyakan Eksistensi PAN Sebagai Partai Reformis

 

RAKYAT SULSEL . BONE-Partai Amanat Nasional (PAN) Bone, dilanda badai internal. Sejumlah Pengurus Harian Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Bone dan 15 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PAN kecamatan, memprotes penetapan Andi Taufan Tiro (ATT) sebagai calon bupati Bone asal PAN.

Penetapan ATT itu, dinilai tidak sesuai mekanisme. Padahal, aturan tegas sudah ada dalam Peraturan Organisasi (PO) nomor 11 tahun 2006 tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Kisruh internal partai berlambang matahari terbit itu, terungkap saat Wakil Sekretaris DPD PAN Bone, Anto, bersama sejumlah ketua DPC PAN Bone, satu kata melakukan protes. Mereka bahkan konferensi pers di Café Kusuka, Jalan Merdeka, Watampone, Kamis (2/8).

Menurut Anto, salah satu pasal dalam PO itu menegaskan, mekanisme penentuan atau penetapan kandidat kepala daerah adalah DPD menyetor atau mengirim nama-nama calon bupati (cabup) atau kepala daerah yang memenuhi persyaratan sesuai PO tersebut. “Di PAN, ada enam kandidat cabup Bone yang mendaftar. Mereka, yakni; Andi Sultan Pawi, Andi Baso Fahsar Mahdin Padjalangi, Andi Taufan Tiro, Andi Nurfatiha, H Andi Mappamadeng Dewan, dan HA Muh Said Pabokori.

Keenam kandidat itu dinilai memenuhi syarat. Sehingga, nama-nama mereka, selanjutnya dikirm ke Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Provinsi Sulawesi Selatan untuk diverifikasi selanjutnya.

Setelah itu, kata dia, DPW mengirim lima nama ke DPD untuk ditetapkan menjadi dua nama melalui rapat pleno diperluas. Kedua nama itu, kemudian dikirim lagi ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN. Nanti DPP PAN menetapkan satu nama untuk diusung.

“Namun, mekanisme itu tidak jalan karena tiba-tiba DPP PAN menetapkan ATT, tanpa melalui mekanisme sesuai petunjuk PO. Tim pilkada baru mengirim nama ke DPW, kok, tiba-tiba sudah ada penetapan dari DPP. Ada apa ini? Padahal, PAN adalah partai besar yang selalu digembor-gemborkan sebagai partai reformis dan terbuka. Tetapi, mana buktinya? Sekarang, PAN bukan lagi partai reformis yang terbuka. Dan kami, akan melakukan pengaduan secara tertulis ke Majelis Penasihat Partai (MPP) terkait hal ini,” kata Anto, kesal.

Dengan adanya protes tersebut, besar kemungkinan para DPC PAN yang merupakan infrastruktur partai di kecamatan,  tidak akan mendukung calon yang diusung PAN ini. Hal itu, juga dipertegas Muh. Azis, Ketua DPC PAN Kecamatan Dua Boccoe.

“Tidak menutup kemungkinan kami dari lima belas (15) DPC PAN akan bersikap masa bodoh terhadap penetapan ATT yang tidak sesuai mekanisme. Bahkan, kemungkinan terburuknya adalah tidak mendukung ATT,” terang Muh. Azis.

Adapun 15 DPC PAN yang tidak menyetujui penetapan ATT adalah Kecamatan Tellusiattinge, Dua Boccoe, Taneteriattang Barat, Taneteriattang, Libureng, Tonra, Salomekko, dan Patimpeng. Juga, Kahu, Lappariaja, Ulaweng, Barebbo, Cina, Bontocani, serta Kecamatan Kajuara.

Ketua DPD PAN Bone, Andi Wahyudi Taqwa (adik kandung ATT, Red) yang dikonfirmasi terkait kekisruhan tersebut, teleponnya aktif tapi tidak diangkat. Short Message Service (SMS) yang dikirm Harian Rakyat Sulsel, juga tidak dibalas.

Demikian juga Ashabul Kahfi, Ketua DPW PAN Sulsel. Saat dihubungi teleponnya, tidak aktif dan SMS juga tidak dibalas. Hal sama juga terjadi pada Ketua Majelis Penasehat Partai (MPP) PAN Bone, Muh Nim, yang dihubungi nomornya tidak aktif dan SMS juga tidak dibalas. (K19/D)

Komentar