oleh

Muhyina: Perempuan Punya Potensi Besar Memimpin

Editor :rakyat-admin-Daerah-

RAKYAT SULSEL . MAKASSAR – Perempuan punya potensi yang sangat besar untuk menjalankan roda pemerintahan, sayangnya di Makassar masih jarang yang melirik perempuan untuk menjadikannya seorang pemimpin.

Hal tersebut diutarakan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar yang juga bernecana maju pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Makassar yang dimajukan 2013 mendatang Muhyina Muin.

Ketua Partai Karya Pembangunan (Pakar Pangan) tersebut berani mengungkapkan hal tersebut, karena berdasarkan riset yang dilakukan sejumlah peneliti, termasuk lembaga Women Research Institute (WRI) menunjukkan, masih banyak hak

perempuan belum diberikan, termasuk  mendapatkan manfaat layanan pemerintah secara optimal dan ruang yang cukup untuk menyatakan kebutuhan, gagasan mereka serta menujukkan potensi yang mereka miliki.

Sehingga menurutnya, jika kekurang yang ada sekarang ini terus dibenahi, maka akan menjadi satu langkah penting bagi pemerintah dalam memperbaiki kualitas layanan untuk semua masyarakat dari semua golongan termasuk perempuan.

“Saat ini, pemerintah kita masih mengklaim dan bangga dan selalu menyatakan jika tidak pernah ada didiskriminasi hak politik terhadap perempuan sebagai warga negera sejak negara ini merdeka, tapi kenyataannya, keterlibatan perempuan dalam politik hanya mencakup hak untuk memberikan suara atau diwakili bukan mewakili,” jelasnya.

Muhyina juga menegaskan, jumlah pejabat perempuan dalam badan publik, baik itu legistaif atau eksekutif masih sangat timpang dibanding jumlah pejabat laki-laki. “Sebenarnya, pemerintah sudah menyertakan pertimbangan pengurus utamaan gender dalam perencanaan pembangunan maupun di kancah politik sebesar 30% untuk perwakilan perempuan dalam pencalonan anggota legislatif, tapi itu masih terhambat dan belum tercapai,” ungkapnya.

Karenanya, sebagai ketua partai perempuan, dirinya terus melakukan sosialiasi untuk maju sebagai calon walikota, dengan melakukan komunikasi dengan beberapa partai besar. Tapi untuk menjaga kemungkinan terburuk, ia juga  mengumpulkan 50 ribu fotokopy Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Pengumpulan KTP ini sebagai langkah antisipasi saja. Kami telah melakukan berbagai persiapan untuk masuk tahap seleksi, termasuk Komisi Pemilihan Umum (KPU), semua terus dipersiapanka. Hal ini untuk mematangkan semua konsep dan ikhtiar yang dilakukan,” paparnya.

Anggota Komisi B Bidang keuangan dan ekonomi DPRD Kota Makassar ini menambahkan, pihaknya tetap melakukan penguatan dengan melakukan sosialisasi kemasyarakat, dengan melakukan kunjungan kesemua kecamatan.

“Syarat untuk maju dengan jalur perseorangan sebagaimana syarat yang telah ditetapkan oleh KPU, kita harus menyediakan 45 ribu KTP. Jika ingin maju secara perseorangan, akan mengumpulkan dua kali lipat, yaitu 90 ribu KTP,” pungkasnya.(RS6/not/C)

Komentar