oleh

Jelang Ramadhan BPOM Perketat Pengawasan Jajanan Buka Puasa

Editor :rakyat-admin-Ekonomi & Bisnis

RAKYAT SULSEL . MAKASSAR – Menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Sulsel akan meningkatkan pengawasan produk pangan di masyarakat. Ini dimaksudkan untuk mencegah dan melindungi masyarakat dari penyebaran produk pangan yang tidak memenuhi syarat mutu dan kemanan.

Kepla BPOM Sulsel, Muhammad Guntur, pada Harian Rakyat Sulsel, di kantor BPOM, Makassar, Selasa (17/7), mengatakan, Hal ini dilakukan untuk memberikan perlindungan kepada konsumen.Khususnya bulan Ramadhan BPOM akan memantau langsung jajanan buka puasa yang banyak bermunculan di pinggiran jalan dan pasar-pasar tradisional serta pasar moderen.

“Ini sudah menjadi tanggung jawab kami untuk melakukan pengawasan di tempat produksi, distribusi, hingga ke pasar. Hal ini lebih dikarenakan demand atau permintaan ketika bulan puasa meningkat, untuk itu kita lakukan pengawasan dengan lebih intensif,” ujarnya.

Ia memaparkan, sebenarnya tindakan pengawasan merupakan kegiatan rutin BPOM, tidak hanya pada masa Lebaran, Natal dan Tahun Baru. Tapi juga BPOM telah melakukan pengawasan secara intensif di berbagai daerah, hanya saja, belum diekspose ke masyarakat karena harus menunggu persetujuan BPOM pusat.

“Kami intens melakukan pengawasan diberbagai tempat, tidak hanya di pasar tradisional tapi juga di pasar moderen, setelah itu kami mengumpulkan sampelnya dan diuji di laboratorium. Jika hasilnya positif mengandung zat berbahaya maka kami akan mengirim hasilnya ke pusat yang nantinya akan diumumkan serentak di seluruh Indonesia. Setelah itu kami akan menerapkan mekanisme public warning kepada perusahaan atau pelaku yang melanggar dan akan ditindak lanjuti dengan sanksi pidana dan sanksi sosial,” tandasnya.

Muhammad Guntur mengatakan, menjelang bulan puasa, perminataan terhadap makanan menjadi meningkat. Karena itu pasokan pun semakin banyak, termasuk makanan yang tidak layak edar. Permintaan terhadap makanan meningkat 20 persen dari kebutuhan normal biasanya.

“Saat ini kami terbantu dengan banyaknya inisiatif dari dinas terkait yang membantu melakukan pengawasan. Bahkan membuat operasi bersama untuk pengawasan di lapangna,” jelasnya.

Guna lebih mengefektifkan pengawasan BPOM Sulsel akan memanggil 14 kepala pasar tradisional beserta perwakilan pedagang yang akan diberikan arahan dan pembinaan bagaimana mengetahui jenis makanan yang aman dan sehat di konsumsi masyarakat, dan memberikan penekanan untuk tidak menjual produk dan makanan yang berbahaya.

“Cara ini kami lakukan untuk mengefisienkan pengawasan dilapangan. Selain itu kami juga akan terjun langsung di lapangan dengan mobil keliling, untuk melihat dan menguji jajanan buka puasa apakah aman dikonsumsi. Jika kami menemukan ada jajanan yang menggunakan zat berbahaya seperti pewarna tekstil, formalin dan borax, maka kami akan langsung menyita makanan tersebut dan memberikan public warning kepada pelakunya,” terangnya. (RS10/RS1)

Komentar