oleh

Stabilkan Harga Melalui Pasar Murah Ramadhan

Editor :rakyat-admin-Ekonomi & Bisnis

Tiap Lokasi Disiapkan 1.000 Paket

 

Pasar Murah Ramadhan 2012:

-Dilaksanakan di 24 kabupaten/kota

-Setiap kabupaten disiapkan 1.000 paket, kecuali Makassar 4.000 dengan empat titik

-Di Makassar akan dilaksanakan di Paotere, Kampung Lette, Panakkukang, dan Tallo

-Harga lebih murah 40 persen

-Isi paket beras, gula pasir, terigu, minyak goreng, susu, mentega, mie instan, dan syrup.

 

 

 

RAKYAT SULSEL . MAKASSAR-Isu soal naiknya harga merebak jelang Ramadhan. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel mengambil langkah. Pasar murah akan digelar di 24 kabupaten dan kota di Sulsel.

Kepala Bidang Perdagangan dalam Negeri Disperindag Sulsel, Hadi Basalamah, mengatakan, pasar murah ini memang memiliki banyak sasaran. Kata dia, ini salah satu upaya untuk menstabilkan harga.

“Pasar murah secara tidak langsung juga bisa berperan untuk menekan angka inflasi,” ujar Hadi yang mewakili Kepala Disperindag Sulsel, H Irman Yasin Limpo dalam rapat koordinasi persiapan pasar murah Ramadhan 2012 di Kantor Kadin Sulsel, Rabu (12/7).

Pasar murah ini menggandeng Kadin, BUMN, perbankan, distributor, agen, dan swalayan. Setiap kabupaten akan disiapkan 1.000 paket. Kecuali Makassar yang berjumlah 4.000 paket dengan empat lokasi pelaksanaan, yaitu di Paotere sebagai pembuka pasar murah, kemudian disusul di Kampung Letta, Kecamatan Panakkukang, dan Kecamatan Tallo. Setiap paket berisi beras 2 Kilogram (Kg), gula 1 Kg, terigu 1 Kg, minyak goreng 1 liter, susu, mentega, mi instan, dan sirup. Total harga per paket pada pasar murah Rp 70.100. Sedangkan jika menggunakan harga pasaran Rp 86.650.

Sementara, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulsel, HM Zulkarnain Arief, mengatakan, ada subsidi 30-40 persen untuk setiap produk yang dijual pada pasar murah ini.

Zulkarnain mencontohkan, gula pasir yang di pasaran Rp 13.500 per kilogram dijual Rp 10.000. Beras dijual Rp 10.000 per 2 Kg sedangkan harga pasarannya Rp 14.200. Minyak goreng dilepas dengan harga Rp 10.960 per liter, lebih rendah dari harga pasaran Rp 12.500.

“Jadi, kita berterima kasih kepada distributor dan pihak lain yang mau memberi harga jauh lebih rendah. Sebaliknya kita kecewa pada distributor yang ogah berpartisipasi,” ujarnya.

(dul)

Komentar