oleh

Barereng Akan Dijadikan Kawasan Percontohan Terpadu Primadona Baru Kawasan Wisata

Editor :rakyat-admin-Daerah
Bupati Theofilus Allorerung dan ketua DPRD Tana Toraja, Welem Sambolangi, melepas ribuan bibit ikan di salah satu kolam alam di Barereng, kecamatan Kurra.

RAKYAT SULSEL . TANA TORAJA – Kawasan Barereng Lembang (Desa) Rante Limbong, Kecamatan Kurra, akan menjadi kawasan percontohan terpadu di bidang perikanan rakyat, pariwisata, dan pengembangan holtikultura. Kawasan yang baru dibuka ini akan dimaksimalkan oleh Pemerintah Daerah untuk menjadi primadona baru khususnya dibidang pariwisata.

Dikawasan Barereng sebagai kawasan pengembangan terpadu, pemerintah akan membudidayakan tanaman khas Toraja yang sudah langka. Selain itu akan dikembangkan produksi pakan ternak, khusus untuk ternak besar serta pengembangan kopi arabika.

Menurut Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung, Barereng juga akan menjadi proyeksi kawasan percontohan terpadu dimana pemerintah akan mengembangkan kawasan ini sebagai objek wisata memancing dan landscape, juga agrowisata.

“Kawasan Barereng sangat potensial, kita akan kembangkan kawasan ini menjadi kawasan terpadu, untuk multy produk, baik perikanan rakyat, pariwisata, maupun pengembangan holtikultura,” ujar Theofilus.

Theofilius mengaku, sangat mengagumi kawasan ini yang sangat jauh dari keramaian. Dikatakan bahwa pemerintah akan mensubsidi bibit ikan kepada para petani, disamping akan meningkatkan sarana dan prasarana transportasi, agar produksi ikan dari petani mudah dipasarkan.

Sementara itu niat Pemerintah Kabupaten Tana Toraja untuk mengembangkan kawasan Barereng, disambut baik oleh pemilik lahan di daerah itu. Bahkan pihak pemilik lahan seluas kurang lebih dari 13 hektar itu, menyatakan siap menandatangani kesepakatan dengan pemerintah terkait sistem pengelolaan kawasan.

Daniel Bone, pemilik lahan Barereng mengatakan, pihaknya terbuka dan berterima kasih kepada pemerintah yang telah mengarahkan perhatian ke tempat yang masuk kategori terpencil ini. Untuk itu dirinya meminta agar status tempat itu, termasuk soal sistem pengelolaan, harus segera diperjelas.

“Kami sangat setuju jika tempat ini segera dikembangkan oleh pemerintah sebagai kawasan terpadu, karena hal itu bisa membawa manfaat ekonomi bagi keluarga dan juga untuk kemajuan serta pendapatan daerah Tana Toraja,” ujar Daniel yang merupakan salah satu ahli waris Y Bone. (k12/dj/C)

Komentar