oleh

Penyegelan SDN 091 Bone Berakhir

Editor :rakyat-admin-Daerah

DPRD dan Pemilik Lahan Deadline Pemkab Lutra

 

RAKYAT SULSEL . LUWU UTARA – Sebanyak 268 murid  SDN 091 Bone, Kelurahan Kasimbong, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara (Lutra), akhirnya dapat kembali melakukan proses belajar mengejar setelah sehari sebelumnya, Senin (9/7) lalu, seluruh murid dan guru tidak diperbolehkan melakukan proses pembelajaran lantaran pintu pagar dan pintu kelas sekolahnya di segel.

Penyegelan SDN o91 Bone dilakukan oleh warga Masamba,  Juni dan Abidin yang mengaku sebagai pemilik lahan tempat berdirinya bangunan sekolah tersebut. Penyegelan itu dilakukan sejak hari Jumat (6/7), pada saat liburan sekolah.

Mengetahui hal itu, Ketua DPRD Kabupaten Lutra, Basir, mem pemilik lahan untuk dicarikan solusi dari permasalahan ini, pada Selasa, (10/7) kemarin.

Pada pertemuan itu, Ketua DPRD Lutra, Basir, meminta pada pihak penyegel untuk membuka segel sekolah tersebut dengan memberikan jaminan jika Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lutra tidak segera menyelesaikan permasalahan sengketa lahan tersebut, maka dirinya bersama anggota DPRD lainnya akan bersama-sama untuk kembali melakukan penyegelan SDN 091 Bone.

“Saya minta kepada keluarga agar segel pagar dan pintu sekolah dibuka. DPRD jaminannya, jika Pemkab tidak segera menyelesaikannya, maka kami sendiri akan menyegel sekolah itu kembali,” kata Basir.

Mendengar adanya jaminan dari pihak DPRD Lutra, akhirnya pihak keluarga Juni dan Abidin, membuka segel pagar dan pintu sekolah. Namun, bukan berarti tanpa persyaratan. Juni dan Abidin melalui kuasa hukumnya, Jamaluddin Syarif, memberikan diadline selama 30 hari pada Pemkab Lutra untuk menyelesaikan ganti rugi lahan.

“Kami memberikan waktu 30 hari kepada Pemkab Lutra untuk menyelesaikan secara tekhnis, permasahan tanah itu” kata Jamaluddin, pada Harian Rakyat Sulsel, Selasa (10/7).

Menurutnya, kebijakan memberikan waktu 30 hari kepada Pemkab Lutra untuk menyelesaikan secara tekhnis persoalahan lokasi yang disengketakan merupakan toleransi maksimal, sehingga jika sampai pada waktu deadline tidak ada realisasi maka akan dilakukan penyegelan kembali.

“Jangan salahkan jika sampai waktu deadline tidak ada realisasi dari Pemkab Lutra, maka pasti dilakukan penyegelan kembali,” tegasnya.

Sementara itu, Asisten I Pemkab, Lutra Achdar, ketika dihubungi, mengaku telah menyerahkan kepada pemerintah Kecamatan Masamba untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Menurutnya, pemerintah kecamatan dan kelurahan yang lebih mengetahui persoalan lahan, sehingga persoalan tersebut diberikan kepada pemerintah kecamatan dan kelurahan sebagai perpanjangan Pemkab Lutra.

“Kami (Pemkab) berharap pemerintah kecamatan dan kelurahan dapat segera menyelesaikan persoalan tersebut,” harapnya. (k15/dj/D)

Komentar