oleh

Polisi Masih Buru Penikam Mahasiswa 45

Editor : rakyat-admin-Hukum-
ilustrasi

RAKYAT SULSEL . MAKASSAR — Pelaku penikaman yang mengakibatkan meninggalnya seorang mahasiswa Universitas 45, Faruk Waikabu (22) belum juga tertangkap. Hingga Senin (9/7) malam, polisi masih terus melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Korban sendiri tewas setelah ditikam saat mengikuti acara syukuran temannya di pondok Gembira, di kawasan Tanjung Bayang, Minggu (8/7) dini hari lalu. Korban tewas dengan luka robek di perut dan usus terburai.

Beberapa saksi masih diperiksa aparat Polsek Tamalate untuk mengungkap motif dan pelaku pembunuhan. ” Kami belum bisa memberikan komentar terlalu jauh, ini kami masih sementara minta keterangan sepuluh saksi yang merupakan teman korban,” ujar Kapolsek Tamalate, AKP Suaeb A Majid saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, Faruk Waikabu (22), mahasiswa Universitas 45 Makassar, Tewas setelah ditikam seseorang saat menggelar pesta syukuran bersama teman-temannya di Pondok Gembira Tanjung Bayang, Kecamatan Tamalate, Minggu (8/7) sekira 04.00 Wita.

Kapolsek Tamalate, AKP Suaeb A Majid yang ditemui di kantornya usai kejadian saat itu menjelaskan, korban saat itu sedang berjoget di acara syukuran di Tanjung Bayang. Acara syukuran itu dihadiri sekitar 60 mahasiswa yang merupakan asal daerah Maluku.

Korban meninggal dengan luka robek di perut. Usus korban juga terburai.

Sementara itu berbeda dengan keterangan polisi. Seorang saksi, Suryani, yang juga pemilik pondokan yang disewa mengatakan, diduga pelaku sempat berkelahi dengan korban. Soalnya, kata dia, usai penikaman korban terlibat pertengkaran dari dalam rumah panggung hingga turun ke tanah.

“Memang sempat terjadi pertengkaran. Tapi saya tidak tahu apa yang terjadi,” ujar Suryani yang ditemui di lokasi.

Ditambahkan Suryani, sekitar pukul 21.00 Wita dirinya sempat menegur para mahasiswa itu. Soalnya, mereka membunyikan alat musik sangat keras dan mengganggu warga yang berada di sekitar Tanjung Bayang.

Pemilik rumah juga mengaku melihat banyak botol minuman keras di lokasi. “Saat saya tegur mereka, saya menduga mereka dalam keadaan mabuk. Soalnya banyak bekas botol minuman keras jenis Topi Miring di sekitar rumah,” terangnya lagi. (RS8/her/C)

Komentar