oleh

Nasib PSM Tak Jelas, Jadi Rebutan Kadir – Abadi

Editor : rakyat-admin-Berita, HL-

Djohar: Apa Tidak Capek Dualisme Terus

 

Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin (tengah) diapit kakak beradik, Ilham Arief Sirajuddin dan Abadi Sirajuddin saat acara pelantikan pengurus PSSI Sulsel, kemarin.

RAKYAT SULSEL . MAKASSAR – Usai melakoni semua pertandingan di Indonesian Premier League (IPL), nasib klub PSM Makassar bakalan tidak mulus.  Nasib PSM yang diasuh Petar Segrt menanti hasil verifikasi Join Committee (JC), yang didalamnya ada perwakilan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dan PSSI versi Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI).

Ketidakjelasan PSM musim depan, makin diperparah munculnya PSM tandingan yang dibentuk kubu Ketua PSSI KPSI, Kadir Halid sebagai bentuk mosi tak percaya kepada ketua PSSI Djohar Arifin Husin. Meski klub ini ditolak Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) bentukan PSSI-KPSI yang diketuai La Nyalla Mahmud Mattalitti, akan tetapi klub ini kembali menguat lewat Liga PSM, dengan 12 klub binaan.

Ketua PSSI-KPSI Sulsel, Kadir Halid menyebutkan jika JC berlandaskan hasil Kongres PSSI di Bali dan Solo, maka kompetisi PSM turun kasta Divisi Satu. Sebab, PSM kena sanksi degradasi dengan bermain di kompetisi Divisi Satu. Namun, saat itu, PSM pindah ke kompetisi IPL yang tidak resmi. “Kompetisi ini sebagai persiapan PSM maju di kompetisi Divisi Satu, ” kata Kadir kepada Rakyat Sulsel, kemarin.

Djohar Arifin yang berada di Makassar untuk melantik Ketua PSSI Sulsel Abadi Sirajuddin menanggapi Kadir. Menurutnya, saat ini, sedang menunggu hasil kerja JC dan nasib PSM juga tergantung dengan itu. Jika di PSM juga terjadi dualisme maka sebaiknya dibicarakan bersama untuk menyelesaikan. “Apa tidak capek berdualisme terus, ” kata Djohar, Senin (9/7) kemarin.

Menurutnya, baik federasi sepakbola asia (AFC) mau pun federasi dunia (FIFA) tidak menginginkan adanya dualisme klub maupun kompetisi. Bahkan, pertandingan IPL dan Indonesia Super League (ISL) nanti akan disatukan. “Hukuman PSM sudah diputihkan, termasuk Persibo Bojonegoro, ” kata dia. “Saya belum tahu seperti apa kompetisi nanti, ” kata dia.

Bahkan, dia mewanti-wanti, walau ada klub baru yang memenuhi syarat keikutsertaan kompetisi, seperti punya badan hukum, punya anggaran, punya stadion, atau jika tidak ada dengan menyewa stadion selama satu kompetisi, dan ada suporting atau klub binaan usia muda, tetap harus menghidari dualisme klub.  Hanya saja, PSSI tidak bisa berbuat apa-apa mengenai masalah finasial PSM saat ini.

Kadir yang saat ini sedang menggulirkan Liga PSM sebagai tandingan Liga Jusuf Kalla (JK), yang digulir oleh PSSI Abadi Sirajuddin, yakin jika PSM bentukannya akan ikut kompetisi musim depan. Sebab, dirinya berada di PSSI yang benar. “Saya yakin PSM saya yang maju nanti. Sebab, saya adalah PSSI yang disepakati pada Kongres PSSI Solo, ” kata politikus Golkar ini.

Abadi, usai dilantik, mengungkapkan, Liga JK yang digilirnya hanya untuk memanaskan roda organisasi. Selain itu, adik kandung Walikota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin ini menegaskan, tidak akan membawa organisasi ini ke ranah politik praktis.

“Meski sekarang gejolak politik di Makassar sedang gencar-gencarnya dilakukan. Saya bersama pengurus yang lain tidak akan terjun ke dunia poitik,” kata Abadi, meyakinkan. (RS3/AKu/D)

 

Komentar