oleh

Kepala Kemenag Pangkep Tersangka SK Honorer Fiktif

Editor : rakyat-admin-Daerah-

Bersama Mantan Kepala Kemenag dan 11 Orang Lainnya

 

RAKYAT SULSEL . PANGKEP – Setelah sebulan melakukan pemeriksaan maraton terhadap 22 orang saksi terkait kasus honorer fiktif untuk kategori I pada Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pangkep, akhirnya Kepolisian Resor (Polres) Pangkep meningkatkan status kasus ini dari penyelidikan ke penyidikan dengan penetapan 13 orang menjadi tersangka dalam kasus ini.

Dari ke-13 nama yang dimumkan langsung oleh Kappolres Pangkep, AKBP Idil Tabransyah, diantaranya adalah Kepala Kemenag dan mantan Kepala Kemenag Pangkep. Sementara dua orang dari bagian Tata Usaha, dan selebihnya adalah pengguna Surat Keputusan (SK) Fiktif.

Ke-13 orang itu terdiri dari empat orang dari Kemenag Pangkep masing-masing  MANG (Kepala Kemenag Pangkep sekarang), MUD (mantan Kepala Kemenag Pangkep tahun 2004-2009), ANWK (mantan Kasubag TU), dan IMR (Kepala Kepegawaian Kemenag Pangkep).

Sementara sembilan tersangka lainnya adalah honorer fiktif dari berbagai Kantor Urusan Agama (KUA) di Kabupaten Pangkep Hj.MANT, SYA (KUA Balocci), RAH (KUA Pengkajene), MUKH (KUA Minasa Ten’ne), JAM (KUA ma’rang),  NUR (KUA Bungoro) , HUM  dan HAM (KUA Kecamatan labbakang), DAR (KUA Segeri).

Idil yang ditemui seusai melakukan gelar perkara terkait kasus ini menjelaskan bahwa para tersangka akan dijerat pasal 263, 264 dan 266 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana) tentang pemalsuan surat yang menimbulkan kerugian bagi orang lain. Di dalam pasal-pasal tersebut dengan jelas disebutkan bahwa bukan hanya pembuat surat tapi juga pengguna surat atau dokumen palsu juga harus dihukum kurungan penjara antara enam sampai delapan tahun.

“Mereka yang jadi tersangka itu pertama yang membuat, kedua yang bertanda tangan dan yang ketiga yang menggunakan. Perbuatan para tersangka ini sudah sangat memenuhi unsur pemalsuan surat, ancaman pidana pasal 263 itu paling lama enam tahun, pasal 264 delapan tahun dan  kalau 266 paling lama penjara tujuh tahun kurungan penjara,” jelas Idil.

Namun demikian, Idil mengakui bahwa sampai dua bulan pemeriksaan intensif terhadap para saksi, masih terdapat keterangan yang tidak sinkron antar para saksi. Untuk itu Kapolres memerintahkan kepada penyidik kasus ini untuk melakukan pemeriksaan ulang dengan mengkonfrontasi keterangan para saksi.

“Sampai sekarang keterangan mereka belum sinkron, saya sudah perintahkan penyidiknya untuk melakukan pemeriksaan ulang dengan teknik interogasi konfrontasi biar semuanya terbuka,” ujar Idil.

Selain mengumumkan nama tersangka Idil juga membeberkan barang bukti yang berupa enam SK fiktif dan absensi dari KUA Ma’rang, KUA Balocci, KUA Pangkajene, KUA Labbakkang, KUA Segeri dan KUA Bungoro, dan disita juga sejumlah dokumen dari kantor Kemenag Pangkep.

Terkait belum dilakukan penahanan kepada para tersangka, Idil menjelaskan bahwa penyidik masih mendalami pasal-pasal yang tepat digunakan untuk menjerat para tersangak. Namun, Idil berjanji bahwa dalam pekan ini para tersangka akan segera ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Pangkep.

Sementara Kepala Kemenag Pangkep, Drs H Mang yang juga namanya ditetapkan sebagai tersangka enggan berkomentar. Saat telepon gengganya dihubungi, terdengar nada sambung tapi tidak diangkat.

Salah seorang honorer Kemenag Pangkep yang juga menjadi pelapor dalam kasus ini, Andi Ruslan mengaku sangat senang dengan penetapan tersangka. Ruslan yang mengabdi di KUA Pangkajene sejak tahun 2005 ini mengucapkan terima kasih kepada kepolisian yang telah bekerja keras dalam mengungkap kasus honorer fiktif.

“Saya bersyukur sekali, semoga semuanya bisa terungkap dengan jelas. Kami yang lama mengabdi tapi tidak masuk dalam daftar K1 sudah dizalimi dan inilah jawaban dari Allah. Terima kasih atas kerja keras polres Pangkep,” ucapnya.

Ruslan melaporkan kasus ini kepada kepolisian 2 Mei silam, karena melihat kejanggalan pada pengumuman honorer KI Kemenag Pangkep. Selain karena  dirinya bersama rekan-rekannya yang sejak sebelum tahun 2005 sudah terdaftar sebagai honorer di Kemenag Pangkep tidak masuk dalam daftar K I, yang masuk justru adalah nama-nama yang tidak pernah mengabdi dan sebagian diantaranya adalah keluarga dan kolega pejabat di Kemenag Pangkep. (K5/D)

 

Komentar