oleh

Bur Mulai Satukan Kader Golkar Takalar

Editor : rakyat-admin-Daerah, HL-

Syamsari Fokus Kembangkan Irigasi di Takalar

 

Burhanuddin Baharuddin & Syamsari Kitta

RAKYAT SULSEL . MAKASSAR – Pemungutan suara Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Takalar tinggal tiga bulan lagi. Calon Bupati Takalar dari Partai Golkar Burhanuddin Baharuddin terus gencar menggelar silaturahmi dengan tokoh-tokoh masyarakat di Takalar, termasuk berkomunikasi dengan beberapa bakal calon wakil bupati yang sempat mencuat namanya, akan berpasangan dengan dirinya sebelum terpilihnya Natsir Ibrahim atau Nojeng sebagai pendampingnya.

“Dibangunnya komunikasi dengan orang-orang yang pernah diwacanakan untuk berpasangan dengan saya ini untuk menghilangkan rasa kecewa mereka, termasuk tokoh-tokoh Partai Golkar. Ini merupakan bentuk penghormatan kepada mereka,” jelas Burhanuddin.

Saat ini Bur mengaku sedang berusaha menyatukan semua kader Partai Gokar di Kabupaten Takalar bersama Natsir Ibrahim, karena sebelumnya sempat terjadi riak-riak pascapenetapan dirinya sebagai bakal calon Bupati Takalar dari partai tersebut.

“Di Golkar itu, sebelum menetapkan calonnya yang akan diusung pada pemilukada, selalu ada sedikit persaingan antarkader. Tapi partai pasti akan melakukan yang terbaik, sehingga keputusannya bisa diterima semua kader partai,” jelas Bur.

Bur mencontohkan riak yang sempat terjadi di Takalar saat partai berlambang pohon beringin tersebut merekomendasikan dirinya sebagai bakal calon Bupati Takalar, sementara Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Takalar yang kini jadi pasangannya batal mendapat rekomendasi dari partainya, sehingga sempat terjadi kesalahpahaman, tapi kemudian kader yang tadinya kecewa dan spontan anarkis bisa bersatu kembali.

Untuk memenangkan dirinya dan Nojeng, kader partai harus ikut bekerja dan memperjuangkan kami menang pada Pemilukada Takalar. “Jika ada kader yang tidak mau bekerja sama, maka mereka harus menerima konsekuensi dari partai. Jika yang membangkan anggota dewan atau punya jabatan yang cukup penting di partai. Mereka bisa dikenai sanksi,” tegasnya.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel tersebut bahkan kini lebih menatap kedepan. Dia tidak mau lagi mengingat jika dia sempat berseteru dengan pasangannya sekarang untuk kepentingan Takalar kedepannya. “Yang perlu kita kerjakan sekarang adalah bekerja agar bisa menang, meski dari semua hasil survei menunjukkan hasil baik dan prosentasenya lebih tinggi, tapi kita tidak boleh lengah,” tambahnya.

Saat ini, semua tim pemenangan pasangan Bur-Nojeng atau lebih dikenal HB-HN ini terus bekerja dan terus mengejar hingga titik aman. “Pesaing di Takalar tidak bisa dianggap remeh, karena kita ingin menang satu putaran saja,” pungkasnya.

Jika pasangan HB-HN fokus untuk memenangkan dirinya pada Pemilukada Takalar tanpa mengumbar janji, beda lagi dengan Syamsari Kitta. Calon Bupati Takalar dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang juga didukung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mulai umbar janji.

Syamsari yang berpasangan dengan Hamzah Barlian menyinggung soal irigasi di Kabupaten Takalar yang tidak berfungsi Maskimal, karena hanya mampu mengaliri sekitar 30% persawahaan yang ada di sana, sehingga tidak bisa memberi nilai plus terhadap peningkatan produksi pertanian di Sulsel.

Menurut Syamsari, di Takalar ada dua irigasi, yaitu Pamukkulu dan Biswa. Keduanya adalah irugasi besar. “Seharusnya dua irugasi tersebut mampu mengaliri semua persawahan milik petani di 100 desa yang ada di Takalar, sehingga membawa kesejahteraan masyarakat Takalar,” terangnya.

Anggota DPRD Sulsel ini berjanji, jika dirinya terpilih sebagai bupati, maka akan fokus meningkatkan kesejahteraan hidup petani, yang merupaklan pekerjaan mayoritas masyarakat Takalar selain sebagai nelayan.

Bahkan Syamsari juga berjanji akan membantu satu ekor sapi tiap kepala keluarga untuk membantu membajak sawah petani dan dananya menggunkan dana pribadi.(RS1/RS6/not/D)

 

Komentar