oleh

Tiga Kandidat Wagub Adu Pengalaman

Editor : rakyat-admin-Berita-

Agus Dan Aziz Teruji, Nawir Pendatang

 

RAKYAT SULSEL . MAKASSAR – TIGA kandidat wakil gubernur (Wagub), baik incumbent Agus Arifin Nu’mang maupun penantangnya Aziz Qahhar Mudzakkar dan Andi Nawir Pasinringi punya potensi tersendiri untuk mendongkrak suara pada Pilgub Sulsel 2013 mendatang.

Selain faktor geopolitik, tiga wakil ini dikenal memiliki jaringan organisasi serta lembaga independen yang bisa membantu meraih dukungan pemilih. Tak hanya itu, ketiga kandidat ini juga bisa memanfaatkan jabatan struktural yang mereka pegang saat ini, atau yang pernah dijabat sebelumnya sebagai alat untuk meraup suara tambahan. Mereka juga memiliki pengalaman yang matang dalam dunia politik. Sebab, jauh hari sebelumnya, Agus dan Aziz sudah makan asam garam soal strategi Pilgub 2008 lalu. Sementara Nawir dianggap sebagai pendatang baru.

Seperti, Agus Arifin Nu’mang yang sudah punya pengalaman pada Pilgub 2008 lalu. Kelihaiannya juga di politik pernah menjabat sebagai anggota DPRD Sulsel dua periode dan Ketua DPRD Sulsel. Di Golkar, Agus lama di organisasi AMPI dan AMPG, kemudian  menjadi pengurus DPD I Golkar Sulsel. Organisasi lain, Agus tercatat pernah memegang Ikatan Persatuan Haji Indonesia (IPHI) Sulsel dan Ketua Umum IKA Smansa Makassar. Tak ketinggalan jabatan di organisasi keolahragaan, seperti; Percasi, Offroad, dan Makassar Golf Club.

“Kalaupun pencapaian saat ini bersama (Agus Arifin Nu’mang) disebut kesuksesan, maka kami meraihnya secara bersama-sama, atas dukungan seluruh elemen masyarakat di Sulsel,” kata Syahrul Yasin Limpo menanggapi pasangannya itu saat bersilaturahmi dengan para pendukung dan simpatisannya di Kota Parepare, Minggu (8/7) kemarin.

SYL menambahkan, kekompakannya dengan  Agus Arifin Nu’mang, mampu membawa Sulsel jauh lebih baik. Salah satu indikatornya, 115 penghargaan berhasil diraih Sulsel, baik nasional maupun internasional. “Di seluruh Indonesia, hanya enam persen kepala daerah yang utuh ketika menghadapi pilkada selanjutnya. Salah satunya kami di Sulsel,”  imbuhnya.

Untuk Aziz Qahhar Mudzakkar, selain pernah mencalonkan diri sebagai kandidat gubernur pada Pilgub 2008 lalu, Aziz juga untuk kedua kalinya duduk sebagai anggota DPD RI atau senator Sulsel dimana pada pemilu legislatif 2009, berhasil menuai dukungan yang paling tinggi di daerah pemilihan Sulsel. Aziz juga pendiri Komite Perjuangan Penegakan Syariat Islam (KPPSI) Sulsel dan memiliki jaringan Pesantren Hidayatullah.

Manager Strategis Pemenangan Indonesia Timur Jaringan Suara Indonesia (JSI), Irfan Jaya menilai peningkatan popularitas IA setelah Aziz resmi berpaket Ilham cukup signifikan, sayangnya belum diikuti peningkatan elektabilitas yang berbanding lurus dengan peningkatan popularitasnya,”  kata Irfan, kemarin.

Sementara Andi Nawir, selama 10 tahun pernah menjabat bupati Pinrang dan mantan anggota DPRD Sulsel asal Partai Demokrat. Pengalaman lain, Nawir berival dengan calon gubernur Ilham Arief Sirajuddin berebut Ketua DPD Demokrat Sulsel.

“Pak Nawir adalah bupati dua periode, tentu memiliki basis yang kuat, sebab memimpin cukup lama tentu telah memiliki kekuatan yang mengakar, namun jangan hanya dilihat posisinya sebagai mantan bupati  Pinrang, lalu kita beranggapan Nawir hanya dominan di Pinrang?.Perlu diketahui Nawir memiliki simpul kelurga yang besar, baik itu di Bosowa, Luwu, Ajatappareng dan di Makassar,” papar Chalik Suang, Tim Sukses GAruda’Na.

Direktur Lembaga Pemenangan Adiyaksa Supporting House, Irfan AB menambahkan, dalam menentukan seorang wakil untuk duduk sebagai salah satu bakal calon gubernur sangat menentukan. Apalagi, dari indikator yang dijadikan patokan menunjukan perubahan yang cukup signifikan akan mempengaharui posisi elektabilitas dari pasangan tersebut.  “Untuk seorang wakil harusnya memiliki nilai poin mampu mengangkat elektabilitas dari kandidat 01. Ada beberapa indikator yang harus dilalui kandidat wakil diantaranya nilai, popularitas kandidat, hasil survei perseorangan, dan survei pasangan yang bagus,” paparnya.

Pengamat politik Unismuh  Makassar Arqam Azikin berpendapat, peran serta wakil dalam mendukung poisisi elektabilitas kandidat pasangan sangat menentukan karena setiap pasangan juga dilakukan survei perseorangan untuk melihat peluang menangnya.

“Peluang wakil juga harusnya memiliki angka elektabilitas yang cukup signifikan, karena angka tersebut  akan dapat menopang elektabilitas jika keduanya disatukan,” terang Arkam. (RS1-RS6-RS11/D)

Komentar