oleh

Hasil Toraja Ma’kombongan Akan Dibukukan

Editor : rakyat-admin-Daerah-
Nampak Suasana pelaksanaan Toraja Ma'kombongan

RAKYAT SULSEL .MAKALE – Pemerintah Kabupaten Tana Toraja akan membukukan hasil Toraja Ma’kombongan atau Rapat Akbar, yang digelar di ruang Pola kantor bupati beberapa hari lalu. Hal ini dilakukan agar pokok-pokok pikiran yang dihasilkan dalam kombongan tersebut bisa dijadikan landasan dan referensi bagi generasi Toraja yang akan datang.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Kabupaten Tana Toraja, Yunus Sirante, mengatakan, jika semua hasil pemaparan dan pokok-pokok pikiran serta rekomendasi yang diberikan oleh para pakar dalam lokakarya Toraya Ma’kombongan ini, akan dirumuskan oleh tim perumus, dan selanjutnya akan diterbitkan dalam bentuk buku.

“Kita berharap buku ini nantinya akan menjadi referensi bagi siapa saja, terutama bagi generasi muda Toraja, sehingga mereka memiliki landasan berpikir bagaimana membuat daerah ini menjadi lebih baik  ke depan,” kata Yunus.

Dijelaskan bahwa ide Toraja Ma’kombongan ini didasari pemikiran untuk menjadikan Toraja kearah yang lebih baik. Toraja Ma’kombongan dilaksanakan untuk melakukan refleksi kritis serta membahas berbagai pemikiran, impian, dan proyeksi Toraja 15 tahun, 50 tahun maupun 100 tahun ke depan.

“Lewat Toraja Ma’kombongan ini, kita akan menemukan kesepahaman dari berbagai komponen dalam masyarakat Toraja, untuk kita jadikan acuan pembangunan Toraja ke depan secara kompherhensif,” katanya.

Selama pelaksanaan Toraja Ma’kombongan diikuti oleh peserta dari berbagai elemen masyarakat yang ada di Tana Toraja dan luar Tana Toraja. Sejumlah narasumber dihadirkan seperti Ketua BPS Gereja Toraja, Pdt Dr Musa Salusu, Pdt Dr Zakaria Ngelow, Dr Stanislaus Sandarupa, Prof Dr JL Para’pak, dan Pdt Dr Henriette H Lebang serta Uskup Agung Makassar Mgr Dr John Liku Ada’, Pdt C Parintak, M.Th, antropolog Universitas Hasanuddin, Muhammad Husni, mantan anggota DPR RI, Yakobus Mayong Padang, dan Abdon Nababan.

Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung, yang selalu mengikuti kegiatan tersebut mengatakan, momentum ini sangat penting bagi pemerintah kabupaten Tana Toraja, menurutnya, didalam membangun Toraja tidak bisa hanya diserahkan kepada pemerintah semata, tetapi membutuhkan peran serta dan dukungan dari semua elemen masyarakat Toraja.

“Ada kearifan lokal di Toraja yang belakangan ini makin menurun, yakni Ma’kombongan. Nah, ini kita lakukan kembali untuk mendapatkan berbagai masukan untuk melengkapi visi kita didalam membangun  Toraja,”  ungkapnya. (k12/dj/C)

Komentar