oleh

Diskoperindag dan PNM Lutra Janji Pantau Harga

Editor : rakyat-admin-Daerah-

Dewan: Harus Ada Operasi Pasar

 

RAKYAT SULSEL . LUWU UTARA – Jelang bulan Ramadhan, harga kebutuhan pokok di Kabupaten Luwu Utara (Lutra) sudah mengalami kenaikan. Untuk mengantisipasi agar kenaikan harga tersebut tidak berlanjut hingga Hari Raya Idul Fitri, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag dan PNM) Lutra, berjanji akan turun melalukan pemantauan harga dan gelar operasi pasar.

“Seperti halnya tahun lalu, jelang Ramadan akan dilakukan pemantauan ke pasar-pasar yang ada di Lutra terkait harga-harga kebutuhan pokok. Kegiatan pemantauan sembako ini merupakan salah satu upaya menjaga ketersediaan stok kebutuhan pokok agar tidak terjadi lonjakan harga,” kata Kepala Diskoperindag dan PNM Lutra, Lahmuddin,  Minggu (8/7) kemarin.

“Kondisi seperti ini harus diwaspadai, dan untuk meminimalkan, kami akan terus memantau harga sembako, selain itu kami juga melakukan pengawasan terhadap barang dagangan kadaluwarsa melalui petugas pemantau pasar agar tidak merugikan dan membahayakan konsumen,” ujarnya.

Ia menjelaskan, jika Diskoperindag dan PNM menemukan kasus harga sembako melonjak tinggi, pihaknya akan segera menggelar pasar murah dan kegiatan lain yang mampu menekan harga di pasaran.

Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Lutra, Andi Sukma meminta Disperindag dan PNM Lutra untuk segera turun tangan menggelar operasi pasar guna menstabilkan kembali harga sembako yang sudah tak terkendali. Karena dari pantauan disejumlah pasar tradisional, harga sembako telah naik antara 10-30 persen.

“Diskoperindag dan PNM harus berusaha menstabilkan kembali harga sembako yang sudah naik. Caranya, lakukan operasi pasar sesegera mungkin,” harapnya.

Berdasarkan pantauan Rakyat Sulsel, harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Sentral Masamba (PSM) dan disejumlah pasar tradisional, sudah mengalami kenaikan sejak sepekan terakhir.

Kenaikan harga barang kebutuhan pokok yang cukup drastis dalam sepekan ini yaitu pada harga telur. Sebelumnya harga telur itik, per raknya Rp40.000, dan saat ini melonjak  menjadi Rp48.000, Sedang telur ayam ras, awalnya Rp26.000, naik menjadi Rp29.000, setiap raknya.

Begitupun dengan harga gula putih juga mengalami kenaikan, dari Rp11.000, menjadi Rp13.500 per kilogram. Sedang untuk bawang putih, saat ini bisa didapatkan senilai Rp18.000. Padahal pada hari biasanya dibandrol senilai Rp12.000 perkilogram.

“Sementara harga bawang merah sementara ini belum mengalami kenaikan. Kenaikan harga sudah terjadi sejak seminggu lalu. Diperkirakan kenaikan harga akan terus terjadi hingga Lebaran mendatang,” kata Erwin, (34) salahsatu pedagang di PSM. (k15/dj/C)

Komentar