oleh

Bur-Nojeng “Tojeng-Tojeng” Hanya Satu Putaran

Editor : rakyat-admin-Berita, HL-

Siapkan “Jurus Pamungkas”

Pastikan 11 Program Majukan Takalar

 

RAKYAT SULSEL . MAKASSAR-Pasangan H Burhanuddin Baharuddin alias Bur dan Natsir Mansyur alias Nojeng, “tojeng-tojeng” (betul-betul) ingin menang satu putaran di Pemilukada Takalar, 4 Oktober mendatang. Keinginan pasangan Golar-Golkar ini, bukan tanpa argumen.

Selain unggul secara survei, baik Bur maupun Nojeng, juga memiliki simpatisan akar rumput. Tidak itu saja, pasangan yang didukung Kaisar Takalar, Ibrahim Rewa, ini juga memiliki jurus pamungkas untuk memenangkan pertarungan di Takalar, hanya satu putaran.

Bur kepada Rakyat Sulsel mengaku optimistis memenangkan pertarungan hanya dalam satu putaran. “Saya bersama H Nojeng, meyakini hal itu (satu putaran). Saya juga termasuk orang yang yakin atas sesuatu yang didasarkan pada ilmu pengetahuan (survei),” tandasnya meyakinkan saat berkunjung ke Rakyat Sulsel, Sabtu (8/7).

Bur selanjutnya memuji pasangannya, H Nojeng. Dikatakan, putra Ibrahim Rewa itu, memiliki massa yang sangat fanatisme. Sehingga, ia meyakini, paket Bur-Nojeng bisa memenangkan pertarungan satu putaran.

“Berdasarkan hasil survei, saya yang pertama. Disusul H Nojeng. Selanjutnya, Pak Makmur. Tetapi, selisihnya masih jauh dengan rival kita. Sehingga, kami yakin bisa memenangkan pertarungan di Takalar,” tambahnya.

Bagi Bur, keinginannya bersama H Nojeng ingin menakhodai Butta Panrannuangku itu, bukan hanya sekadar gagah-gagahan. Kata dia, perlu nakhoda yang punya visi dan misi untuk melanjutkan pembangunan Takalar yang 10 tahun dipimpin Ibrahim Rewa. “Takalar itu punya potensi yang luar biasa. Pantai, tanah yang subur, serta letak geografis begitu menunjang. Tinggal butuh sentuhan kreativitas dan kerja keras untuk mensejahterakan rakyat,” tandas wakil rakyat asal Takalar di DPRD Sulsel ini.

Disinggung soal program kerjanya ke depan, Bur mengatakan bahwa ada sebelas program kerja yang ia sudah siapkan. Semua itu, kata dia, ready to applied (siap diterapkan) ketika nanti terpilih sebagai nakhoda baru di Takalar.

Salah satu program yang akan dilakukan Bur adalah asuransi bagi masyarakat miskin. Bur mengaku miris jika ada warga Takalar yang kehilangan segalanya tatkala “tulang punggung” dalam keluarganya juga sudah tidak mampu lagi atau tidak ada.

Ia memberi pengandaian. Dicontohkan, ada beberapa kepala keluarga di Takalar yang hidupnya memprihatikan saat suaminya mengalami kecelakaan. Karena tulang punggung tadi sudah tidak ada, maka anak-anak dan istrinya yang ditinggalkan pun  tidak bisa berbuat apa-apa lagi. “Ini yang menjadi salah satu program kami. Saya dan H Nojeng akan mengasuransikan mereka sehingga jika ada kejadian yang tidak diminta-minta tapi menimpa mereka, kita bisa memberikan perlindungan,” jelasnya.

Bur mengkalkulasi, tak kurang dari 7.000 kepala keluarga di Takalar yang rawan jika tidak diasuransikan secepatnya. “Insya Allah, saya dan H Nojeng akan melakukan yang terbaik untuk Takalar ke depan. Kami sudah mempunyai konsep untuk itu semua,” tandasnya.

Selain asuransi, Bur juga berjanji akan memberdayakan ekonomi pedesaan. Bur-Nojeng berkomitmen akan memberikan bantuan kepada semua desa di Takalar dengan pemberdayaan perekonomian pedesaan.

“Kalau masyarakat di pedesaan mempunyai perkuatan ekonomi, maka pembangunan akan cepat laju. Nah, kita juga akan menunjuk tim untuk mengawal mereka sehingga dana yang kita salurkan tadi, tepat sasaran. Tujuan kita, betul-betul akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dan itulah tujuan utama sebuah pemerintahan,” tandas Bur, memastikan.

Terkait dengan pendidikan dan kesehatan gratis, Bur mengaku bahwa itu sudah melekat. Tinggal dilanjutkan saja. “Itu sudah melekat dan kami berdua tinggal melanjutkan saja,” tambahnya.

Saat disinggung sembilanm program lainnya, Bur spontan bercanda, “Kita simpan dulu ya. Nanti pada saatnya kita akan beberkan,” tandasnya, tersenyum.

Mengenai strategi memenangkan pertarungan satu putaran, Bur mengungkapkan bahwa ia dan H Nojeng mempunyai jurus pamungkas. “Kami masih memiliki amunisi yang menjadi jurus pamungkas. Tapi, karena jurus pamungkas, maka kami tidak akan mengungkapkannya. Nanti calon lain tahu,” katanya tertawa, seraya menambahkan bahwa jurus pamungkas akan digunakan pada waktunya.

Rakyat Sulsel yang melakukan pemantauan di Takalar, memang menemukan bahwa Bur-Nojeng masih menjadi pasangan yang terkuat saat ini. “Masih Bur-Nojeng. Mereka mempunyai massa akar rumput. Juga, punya massa yang sangat fanatik,” tandas beberapa warga Takalar kepada Rakyat Sulsel.

Dukungan kemenangan satu putaran juga datang dari DPD I Partai Golkar Sulsel yang  memfokuskan kekuatan untuk memenangkan kader Golkar di daerah tersebut. Juru bicara DPD I  Partai Golkar Sulsel, Arfandi Idris menyatakan, kekuatan dan ahli strategi politik di Golkar akan dilibatkan dalam memenangkan kader Golkar yang selama ini memiliki peluang besar memenangkan Pemilukada.

“Kita akan fokuskan semua pengurus Golkar untuk pemenangan kandidat bakal calon Golkar di Takalar. Kemenangan itu merupakan harga mati untuk seluruh kader Partai Golkar,” lugas Arfandi, malam tadi.

Apalagi, kata Arfandi, dari hasil suvei internal yang dilakukan selama lima kali menempatkan dua kader ini sangat berpeluang menang.

“Yang jelas, kami yakin bahwa kedua kader ini memiliki konstituen yang besar dan pendukung yang cukup besar serta basis massa yang hampir ada di setiap kecamatan,” tandasnya.

 

Kans Besar

Pengamat politik Unhas, Adi Suryadi Culla, menyatakan, kans Bur-Nojeng memenangkan Pemilukada Takalar, terbuka lebar. Ada kalkulasi rasional hingga keduanya saat ini diprediksi menjadi pemimpin Takalar. Setidaknya ada empat faktor mengapa Bur-Nojeng memiliki potensi kemenangan yang besar. “Faktor pertama, keduanya memiliki figur individual kuat yang juga memiliki pengaruh mengakar. Bahkan, seandainya keduanya dulu masih berhadapan-hadapan, tapi setelah disatukan, Bur-Nojeng memiliki perpaduan yang kuat dan basis massa yang berakumulasi pada suara mereka berdua,” ungkap dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unhas ini, malam tadi.

Faktor kedua, lanjut Culla, adalah faktor figur individual. Secara pribadi, Bur-Nojeng sangat kuat. Keduanya merupakan sosok yang memiliki popularitas yang tinggi, dan tentu akan berefek positif pada tingkat elektabilitasnya nanti. Selanjutnya, faktor kendaraan pengusungnya. Partai yang meraih suara terbesar di Takalar, Partai Golkar memiliki infastruktur dan basis yang kuat ketimbang partai-partai lain. “Yang terakhir faktor figur yang  juga sangat penting selain kendaraan politik. Kita bisa lihat duet Bur-Nojeng mampu memadukan hal ini,” terangnya.

Culla tak menampik soal potensi jalannya Pemilukada dua putaran, walau keduanya memiliki potensi besar, namun dengan banyaknya calon di Takalar, tujuh pasang, berarti menciptakan banyaknya fragmentasi politik di Takalar. “Akan terjadi penyebaran suara, dan ini berpotensi menjadi dua putaran, sebab jika ingin memenangkan, keduanya harus meraih 35 persen suara,” paparnya.(RS6-RS11/E)

Komentar