oleh

Tanpa Menyebut Nama, SBY Kembali Serang Anas

Editor : rakyat-admin-Berita-

RAKYAT SULSEL . Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang juga ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, kembali menyerang kadernya, Anas Urbaningrum.

Meski secara eksplisit SBY tidak menyebut nama Anas, namun secara implisit maksud pidato yang disampaikan kepada jajaran stakeholder di Nusa Tenggara Timur kemarin bukan tidak mungkin benar-benar dimaksudkan untuk Anas.

Kemarin, SBY bersama Ibu Ani Yudoyono dan sejumlah menteri meninjau peternakan sapi rakyat di ladang savana di Desa Maubokul Kecamatan Pandaiwai Kabupaten Sumba Timur, NTT. Dalam kesempatan itu SBY mengatakan soal kemungkinan investor Australia membuka peternakan sapi modern di sana. Kelak kalau jadi, maka perlu lahan penggembalaan yang luas.

“Pemerintah daerah harus memastikan status lahannya tidak menjadi sengketa hukum di masa mendatang. Nanti saat akan dikembangkan, pastikan betul semuanya sudah selesai, tidak ada permasalahan apapun dengan lahannya,” kata SBY seperti dikutip dari salah satu media online.

“Jangan sampai dianggarkannya sekian triliun, pemerintah serius, dunia usaha dalam atau luar negeri juga serius, tiba-tiba ada rebutan di bawah karena status tanah. Tidak baik dan kita malu,” sambung SBY.

Di hari yang sama, Anas sendiri menjalani pemeriksaan penyelidik KPK untuk dimintai penjelasan tentang proyek pembanguna pusat olahraga di Hambalang. Dia antara lain diperiksa terkait dokumen-dokumen pembebasan tanah di Hambalang tersebut.

“Iya semuanya, semua yang dituduhkan oleh Nazaruddin. Mengenai dokumen-dokumen dan kepemilikan mobil miliknya,” kata Firman Wijaya, pengacara Anas usai menemani pemeriksaan kliennya, menjelaskan materi pemeriksaan, kemarin, di gedung KPK, Jakarta Selatan.

Kalau benar pidato SBY di NTT untuk menyerang Anas, maka itu adalah serangan yang kesekian kalinya dilakukan SBY terhadap ketua umum Partai Demokrat itu. Sebelumnya, SBY menyerang Anas ketika berpidato dalam acara silaturahmi para pendiri dan deklarator Partai Demokrat minggu kedua Juni lalu. Saat itu SBY meminta kadernya yang tidak cerdas, bersih dan santun untuk meninggalkan Partai Demokrat. Memang lagi-lagi, dalam pidato tersebut SBY tidak menyebutkan nama kader, dalam hal ini Anas. Tapi sulit dipungkiri pernyataan itu bukan ditujukan kepada Anas yang hampir setahun terakhir banyak diisukan terlibat proyek yang berbau korupsi itu. Ketidakhadiran Anas juga seakan menguatkan spekulasi tersebut.[dem/rmol]

Komentar