oleh

Dewan Larang Sekolah Pungut Biaya Pembangunan

Editor : rakyat-admin-Berita-

RAKYAT SULSEL . MAKASSAR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar melalui Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) mengeluarkan intruksi larangan kepada pihak sekolah untuk tidak mewajibkan biaya pembangunan sekolah yang dibebankan kepada orang tua siswa dalam proses penerimaan siswa baru.

Anggota Komisi D dari Fraksi PKS, Muh Iqbal Djalil mengatakan, peningkatan infrastruktur sekolah negeri di Makassar sebagian besar sudah dibebankan dalam APBD setiap tahunnya. Meski sekolah negeri masih ada yang belum mendapatkan alokasi APBD maka pihak otoritas sekolah harus melakukan negosiasi kepada Dinas Pendidikan atau Departemen Agama terkait bantuan anggaran pembangunan sekolah bukan malah dibebankan kepada orang tua siswa.

“Pungutan biaya pembangunan kepada orang tua siswa tidak bersifat wajib apalgi dibuat dalam bentuk surat pernyataan itu sama saja kalau sekolah mewajibkan pungutan itu ke orang tua siswa. Sekolah negeri mulai tingkat SD hingga SMA/SMK mendapatkan alokasi bantuan baik APBD maupun APBN. Kalaupun ada sekolah negeri yang belum mendapat bantuan maka pihak otoritas sekolah harus proaktif melakukan negosiasi kepada Dinas atau Departemen Agama kalau dia Madrasah. Jangan siswa dibebankan,” tegasnya.

Hal senada juga dikemukakan oleh anggota Komisi D dari Fraksi Makassar Nurani, Shinta Mosita Molina. Legislator Hanura ini menegaskan, sekolah negeri tidak seharusnya membebankan persoalan infrastruktur yang sifatnya fisik kepada orang tua siswa.

“Kalau fisik biasanya itu sifatnya menggunakan anggaran bantuan baik swasta maupun pemerintah. Saah-sah saja kalau pungutan itu sifatnya pengembangan mutu siswa atau yang berbentuk program bukan pembangunan fisik,” kata dia.

Sebelumnya beredar informasi salah satu sekolah yakni Madrasah Tsanawiyah Negeri Model Makassar membebankan anggaran infrastruktur sekolah senilai Rp 580 juta kepada siswa baru yang mendaftar disana. Hal ini terungkap melalui surat pernyataan yang dibuat sekolah kepada orang tua pada proses penerimaan siswa baru belum lama ini.

Beban anggaran infrastruktur sekolah yang ditetapkan pihak komite MTnS Model Makassar sebasar 580 juta tersebut dibagi kepada 360 siswa baru atau Rp 1.6 juta persiswa. Nilai yang fantastis itu diperuntukan untuk peningakatan infrastruktur antara lain, Penyelesaian Masjid As Sa’adah MTsN Model Makassar Rp 120 juta, perbaikan sarana olahraga Rp 100 juta, pembinaan bahasa 100 juta, pengembangan taman baca Rp 40 juta, pembuatan waduk penanggulangan banjir Rp 80 juta taman mandrasah Rp 80 juta, pembenahan instalasi listrik 60 juta. Sejauh ini Kepala Sekolah maupaun pihak Komite sulit ditemui untuk diminta klarifikasi terkait kebijakan tersebut.(RS1)

Komentar