oleh

Warga Sulsel Terpecah Di Pilgub Jakarta

Editor : rakyat-admin-Berita-

KKSS Netral, Berikan Kebebasan Kepada Individu

 

RAKYAT SULSEL . MAKASSAR – Pilgub Jakarta tidak lama lagi, tepatnya Rabu, 11 Oktober mendatang. Saling klaim dukung-mendukung di antara kandidat makin kencang. Termasuk dukungan masyarakat Sulawesi Selatan yang memiliki hak pilih atau bermukim di Jakarta. Diprediksi, dukungan masyarakat Sulsel di Jakarta tak bulat alias terbagi ke semua  kandidat, baik keempat pasang calon yang didukung partai politik dan dua pasang calon dari jalur perseorangan.

Sekretaris Eksekutif DPP Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), Nur Amin menjelaskan, potensi pemilih masyarakat di Sulsel sangat besar di Jakarta. Meski tidak ada data riil, dirinya memperkirakan jumlah orang Sulsel di ibukota negara mencapai 1 juta. Sebahagian diantaranya memiliki hak pilih pada Pilgub.

“Hampir tersebar di semua Jakarta. Baik utara, timur, pusat, barat, dan selatan. Tapi basis orang Sulsel itu dominan di Jakarta Utara, di daerah Tanjung Priok dan sekitarnya,” jelas Nur Amin saat dihubungi Rakyat Sulsel, malam tadi.

Terkait dengan dukung-mendukung, DPP KKSS menyerahkan sepenuhnya ke masing-masing individu untuk menentukan pilihannya. “Kami di KKSS tidak pernah mengeluarkan rekomendasi untuk mendukung calon ini. KKSS bukan organisasi nirlaba, apalagi politik,” tandasnya.

Meski begitu, KKSS lanjut Nur Amin, membenarkan jika ada ormas atau aliansi dan sejenisnya mengatasnamakan masyarakat Sulsel untuk memberikan dukungan kepada salah satu calon. “Itu sah-sah saja,” singkatnya.

Seperti, dukungan Aliansi Masyarakat Sulawesi Selatan untuk pasangan calon gubenur dan calon wakil gubernur nomor urut satu, Fauzi Bowo(Foke) -Nachrowi Ramli (Nara) yang dilakukan  di Artha Gading, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (5/7) kemarin.

Aliansi Masyarakat Sulawesi Selatan ini terdiri dari etnis Mandar, Toraja, Bugis dan Makasar yang tinggal di Jakarta yang mendeklarasikan dukungannya ke Foke-Nara. Dengan demikian, organisasi masyarakat pendukung Foke-Nara semakin bertambah jumlahnya menjadi 200 ormas dan LSM dari sebelumnya 144 ormas serta LSM.

Hal ini semakin memperkuat dukungan penuh warga Ibukota untuk memenangkan Foke-Nara dalam Pemilukada 11 Juli mendatang dalam satu putaran saja. Forkabi, FBR, Jangkar, Aliansi Masyarakat Jakarta (Amarta), Forum Bersama Jakarta (FBJ) atau Aisyiah Jakarta merupakan sederet ormas yang telah menyatakan dukungannya ke Foke-Nara.

Pada Pilgub Jakarta, ini enam pasang kandidat bertarung. Alex Noerdin-Nano Sampono didukung 18 Partai yaitu partai Golkar, PPP, PDS, PP, PKPB, PKDI, PR Nusantra, Partai Indonesia Perjuangan Baru, Partai buruh, Partai Nahdatul Umat, Partai Nasional Indonesia. Jokowi didukung oleh PDI Perjuangan dan Gerindra, Fauzi Bowo (Foke)-Nachrowi Ramli (Nara) didukung Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), Hanura, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Matahari Bangsa (PMB) dan PKNU. Sedangkan Hidayat Nurwahhid- Didik J Rachbini didukung Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Untuk pasangan independen yaitu Faisal Nasri-Biem Benyamin didukung 487.150 dukungan dan Hendrarji-A Riza Partia didukung 419.416 warga.(al)

 

 

 

 

Komentar