oleh

Warga Karanrang Enam Bulan Hidup Dalam Kegelapan

Editor : rakyat-admin-Daerah-

PLN Rayon Pangkep Klaim Telah Bekerja Maksimal]

 

ilustrasi

RAKYAT SULSEL . PANGKEP- Sudah enam bulan terakhir, warga Pulau Karanrang, Kecamatan Liukang Tupabbiring Utara, Kabupaten Pangkep tidak bisa menikmati listrik. Pasalnya, mesin listrik milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang berada di pulau ini rusak.

Salah seorang tokoh pemuda, Yuhar mengaku aktivitasnya sangat terganggu akibat mati lampu selama enam bulan ini. Padahal ia sudah melaporkan hal ini kepada pemerintah dan PLN, tapi tidak ada tanggapan

“Kita sudah berkali-kali melapor ke Pak Desa dan ke kantor PLN tapi tidak pernah ada tanggapannya. Kalau begini terus kasihan masyarakat apalagi mau masuk bulan puasa,” ketus Yuhar.

Namun hal ini dibantah oleh Manajer PLN Rayon Pangkep, Kemas Abdul Gafur. Menurutnya pemadaman di Pulau Karanrang baru terjadi sepekan terakhir bukan enam bulan seperti yang di keluhkan masyarakat. Kemas juga mengklaim pihak PLN serius menangani perbaikan mesin listrik di pulau tersebut.

“Bukan enam bulan baru satu minggu. Itu juga bukan pemadaman total. Saat ini petugas kami sudah ada di sana bekerja siang malam memperbaiki mesin biar bisa kembali menyala,” bantah Kemas.

Kemas menjelaskan bahwa lambannya perbaikan mesin listrik yang berkekuatan 120 KW di Pulau Karanrang adalah hal yang wajar  karena terkendala material yang tidak tersedia.

“Ini lagi proses, kami sedang cari materialnya,” tambahnya.

Kemas menjelaskan bahwa mesin listrik yang beroperasi di Pulau Karanrang adalah mesin tua yang beroperasi sejak 1962. Sehingga kerusakan dan perbaikan dianggap merupakan yang wajar. Namun demikian pihak PLN Rayon Pangkep menyatakan permohonan maafnya kepada masyarkat. Kemas meminta kepada masyarakat untuk bersabar menunggu sampai petugasnya menyelesaikan perbaikan mesin listrik di pulau itu.

“Kami mohon maaf. Kami juga tidak mau ada pemadaman seperti ini. Percayalah bahwa petugas kami bekerja keras untuk memperbaiki mesin di sana,”pungkas kemas.

Komentar