oleh

Jembatan Kambara Ditutup Massa Selama Dua Jam, Jalan Poros Lumpuh Total

Editor : rakyat-admin-Hukum-
Anggota Polres Gowa mengawal aksi massa di Kelurahan Tompo Balang, Gowa. Massa sempat memblokir jalan poros.

RAKYAT SULSEL . GOWA — Aksi puluhan warga korban eksekusi tanah di Kelurahan Tompobalang, Kecamatan Somba Opu, Gowa, oleh Pengadilan Negeri (PN) Sungguminasa memacetkan jalan poros Gowa- Takalar. Akibatnya, jalan poros yang menghubungkan Kabupaten Gowa-Takalar sempat macet total sekitar dua jam,  tepatnya di Jalan Usman Salengke, Sungguminasa, Kamis (5/7) kemarin.

Penutupan  jalan poros mulai dilakukan warga dibantu puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Gowa Raya, dimuali sekitar pukul 10.30 wita, di depan PN Sungguminasa.

Tidak puas menutup jalan, warga kemudian bergerak menuju jembatan Kambara’. Di lokasi yang berjarak sekitar 100 meter dari PN Sungguminasa ini warga menutup akses jalan dengan memalang bambu sebagai penghalang. Akibatnya, arus lalulintas macet total.

Melihat kondisi jalan macet total, aparat Polres langsung membubarkan paksa massa yang berunjuk rasa tersebut, karena dianggap mengganggu arus lalulintas dan ketentraman masyarakat. Aksi pembubaran massa dipimpin oleh Wakapolres Gowa Kompol Ismail Husain, Kasat Samapta AKP Syahrul, Kanit Linmas AKP Syamsuddin.

Menurut Ismail, tindakannya membubarkan paksa pengunjuk rasa karena mengganggu ketenteraman umum. “Kita tidak larang menyampaikan aspirasi tetapi jangan mengganggu kepentingan orang lain,” tandasnya di sela-sela aksi.

Koordinasi aksi Andi Muh Yusuf Amiruddin mengatakan, aksi penutupan jalan poros dilakukan sebagai bentuk protes atas eksekusi lahan di Kelurahan Tompobalang. “Kami minta PN Sungguminasa, dan BPN Gowa segera melakukan pengukuran lahan yang diklaim dimenangkan oleh pihak penggugat,” katanya lantang.

Lurah Tompobalang Anzar Bidol mengatakan, sesuai hasil koordinasi pihak pengadilan, menunda lanjutan eksekusi rumah di Kelurahan Tombalang. Pihak BPNsendiri tambah Anzar, akan melakukan pengukuran ulang lahan yang jadi sengketa warga. “Tidak ada eksekusi lahan, pihak BPN akan melakukan eksekusi rumah. Saya minta kepada warga tetap tenang, tidak ada lagi eksekusi lahan, sebelum pihak BPN melakukan pengukuran ulang,” tuturnya yang disambut gembira warga. (K1/D)

Komentar