oleh

Gempur Ancam Blokir Jalur Distribusi Tonasa

Editor : rakyat-admin-Daerah-

RAKYAT SULSEL . PANGKEP- Masyarakat Pangkep yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat untuk Perjuangan Pangkep (Gempur) kembali akan turun ke jalan untuk memblokir jalur distribusi semen PT Semen Tonasa. Menurut Koordinator Lapangan (Korlap) Gempur, Usman Marola, dirinya akan membawa seratusan massa yang terdiri dari gabungan Lembaga Swadaya Masyrakat (LSM) dan mahasiswa  untuk menuntut pemegang saham agar melaksanakan kesepakatan tentang pengakomodiran putra daerah dalam jajaran dewan komisaris.

“Besok (hari ini) kami akan tutup jalur distribusi PT Semen Tonasa. Tuntutan kami agar segera kesepakatan di Jakarta segera di laksanakan,” ujarnya.

Usman menyayangkan lambannya para pemegang saham yang tidak segera melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Padahal menurutnya, seharusnya setelah ada kesepakatan dengan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), para pemegang saham tidak punya alasan untuk menunda penambahan dua orang dari putra daerah untuk duduk dalam jajaran dewan komisari PT Semen Tonasa.

“Mereka tidak punya alasan untuk menunda. Penundaan ini adalah bukti bahwa mereka memang hanya setengah ahti merespon aspirasi masyarakat Pangkep,” kata Usman.

Gempur juga mengancam bila para pemegang sham tidak segera melaksakan hasil pertemuan tersebut, mereka akan mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangkep untuk segera mencabut izin pertambangan PT Semen Tonasa.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Pangkep, Rizaldi Parumpa berpendapat bahwa sudah saatnya PT Semen Tonasa pisah dengan PT Semen Gresik. “Tidak ada yang didapat orang Pangkep, selama ini. Makanya daripada diperas terus, tapi tidak dapat apa-apa, mending pisahkan saja PT Semen Tonasa dari Gresik,” ujar Rizaldi.

Rizaldi menyebutkan bahwa saat ini bahan baku PT Semen Gresik semuanya dari PT  Semen Tonasa. Bahkan menurutnya semen curah dari PT Semen Tonasa dibawa ke Jawa dan dibungkus dengan pembungkus PT Semen Gresik.

“Bahan baku kita punya, Gresik sudah kehabisan bahan baku. Semen curah kita dibawa kesana dibungkus pakai PT Semen Gresik, sementara semen disini habis,” kata politisi PPP ini. (K5/eui/C)

Komentar