oleh

SMU 1 Segeri Pungut Uang Meja dan Bangku

Editor : rakyat-admin-HL-

Calon Siswa Tak Bayar Berarti Tak Lulus

 

ilustrasi

RAKYAT SULSEL . PANGKEP- Walaupun Bupati Pangkep, Syamsuddin A Hamid sudah melarang pungutan pada Penerimaan Siswa Baru (PSB) pada tahun ajaran 2012-2013, namun hal tersebut tampaknya hanya dianggap angin lalu oleh Kepala SMU Negeri 1 Segeri, Kecamatan Segeri, Kabupaten Pangkep.

Sejumlah calon orang tua siswa mengeluhkan pungutan liar berupa uang meja dan kursi di salah satu sekolah favorit itu. Besarnya pungutan diakui mencapai Rp 330 ribu persiswa. Pungutan ini diberlakukan kepada 32 orang siswa. Sebanyak 23 orang siswa diantaranya telah resmi terdaftar dan mendapatkan bangku, sementara 9 orang lainnya masih masuk dalam daftar tunggu.

Ironis, pihak sekolah berdalih bahwa pungutan meja dan kursi tersebut sudah mendapatkan restu dari komite sekolah.

Salah satu orang tua calon siswa, Kadir mengatakan dirinya terpaksa membatalkan niat mendaftarkan anaknya di sekolah tersebut karena tak sanggup membayar uang bangku dan kursi. “Anak saya termasuk cerdas, nilai-nilainya pun memadai untuk dapat diterima di SMU 1 Segeri, hanya saja kami tidak punya uang untuk membayar uang bangku,” terang Kadir yang tidak ingin menyebutkan nama anaknya.

Kadir sebenarnya sudah menyetor uang sebesar Rp350 ribu ke panitia PSB, namun karena ada keperluan yang lebih mendesak, ia terpaksa meminta kembali uang tersebut.

Sementara salah satu keluarga calon siswa SMU 1 Segeri, berinisal SN, mengaku selain diminati uang meja dan kursi, ia juga hasru membayar biaya baju seragam. “Bagi kami, pungutaan itu cukup besar. Apalagi tahun ajaran baru kali ini, adiknya juga masuk SMP, tentunya sangat membutuhkan biaya banyak,” keluh warga Desa Bawasalo, Kecamatan Segeri Mandalle, tersebut.

SN menuturkan jika dirinya tidak segera menyelesaikan uang meja dan kursi, maka anaknya terancam tidak dapat bersekolah disekolah tersebut. “Persyaratan untuk lulus adalah membayar dulu uang meja dan bangku, kalau tidak jangan berharap untuk lulus,” ujar SN pasrah.

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Segeri, H Nurdin Dalle yang dikonfirmasi membenarkan pungutan biaya bangku dan meja bagi calon siswa baru. Nurdin pun berdalih, pembebanan biaya tersebut sudah seizin Dinas Pendidikan, Olahraga dan Pemuda (Dispora) Kabupaten Pangkep.

“Itu tidak masalah, karena kita sudah mendapatkan dari dinas pendidikan,” kata Nurdin singkat.

Kepala Dispora Kabupaten Pangkep, Muhammad Ridwan menyatakan dirinya tidak mengetahui adanya pungutan tersebut. Karena, menurut Ridwan, Bupati Pangkep sudah mewanti-wanti agar tidak ada pungutan dalam bentuk apapun pada PSB tahun ini, bahkan bupati Pangkep mengancam akan menjatuhkan sanksi berat bagi sekolah yang melakukan pungutan.

“Sebentar saya cek, saya tidak tahu itu” kata Ridwan, Rabu (4/7).

Namun demikian, Ridwan enggan terburu-buru menjatuhkan sanksi kepada kepala sekolah SMU 1 Segeri. Dijelaskan bahwa untuk menjatuhkan sanksi harus merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

“Kalau teguran, itu pasti. Tapi untuk sanksi kita lihat pelanggarannya dan kita akan merujuk pada PP no 53,” ucap Ridwan.

Sementara Anggota komisi satu Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pangkep, Mustakim berjanji segera memanggil Kepsek SMU 1 Segeri terkait pungutan yang terjadi di sana.

“Segera kita akan panggil, kita mau dengar penjelasan kenapa ada pungutan,” ucap Mustakim.

Anggota DPRD dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menyesalkan terjadinya pungutan di SMU 1 Segeri. “Uang bangku tanggung jawab pemerintah, kalau mau tambah kelas, komunikasi dengan pemerintah dan DPRD, biar kami bisa bantu alokasikan anggaran, bukan dengan meminta kepada orang tua siswa,” sesalnya.  (K5/eui/E)

Komentar