oleh

Massa Galau Tinggi, Sayang Tetap Kokoh

Editor : rakyat-admin-Berita, HL-

Tim IA Tak Mau Ambil Pusing

Garuda’Na Anggap 8,3 Persen Capaian Luar Biasa

 

RAKYAT SULSEL . MAKASSAR-Enam bulan menjelang hari H Pemilukada Sulsel yang akan digelar 22 Januari 2013, jumlah pemilih mengambang (swing voters) atau “massa galau”, masih sangat tinggi. Ini akan menjadi “makanan empuk” para kandidat untuk memenangkan pertarungan. Kesempatan memperebutkan kursi 01 Sulsel pun masih terbuka lebar.

Hingga kini, dipastikan hanya tiga pasang kandidat yang akan maju di Pilgub Sulsel. Mereka adalah incumbent Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang (Sayang) jilid II, Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahhar Mudzakkar, dan A Rudiyanto Asapa-Andi Nawir (Garuda’Na).

Direktur Inside Institute, Sulfikarnain, mengatakan, setelah dikonfigurasi, tiga pasang kandidat yang akan bertarung di Pilgub Sulsel 2013, diperhadapkan pada swing voters yang masih tinggi; di kisaran angka 27 persen. Berdasarkan hasil survei Inside yang diselesaikan pekan ini, suara mengambang ini masih akan terus mengecil seiring sosialisasi yang dilakukan tiga pasangan kandidat itu.

“Saat ini, memang masih tinggi dan terbuka bagi para kandidat untuk bersaing dan meraih kemenangan,”jelasnya, Rabu (4/7).

Dominasi suara Sayang II, kata dia, juga masih wajar. Bukan hanya mengingat posisinya sangat strategis, yaitu incumbent atau petahana yang memiliki tim sukses yang bekerja dengan rapi, namun karena tingkat popularitas pasangan ini juga masih jauh di atas kedua kandidat lainnya.

“Untuk tingkat elektabilitas, Sayang II masih mendominasi 45,5 persen, menyusul Ilham-Aziz  19,2 persen, dan Garuda’Na  8,3 persen. Menariknya, massa mengambang masih tinggi 27 persen,” katanya.

Meski begitu, peluang bagi IA dan Garuda’Na masih terbuka. Dengan catatan, mereka mampu menggaet massa mengambang yang jumlahnya masih banyak. “Posisi (hasil survei) ini tentu masih bisa berubah. Bisa saja incumbent terkejar. Apalagi, sudah banyak kasus petahana (incumbent) kalah, bahkan pada Pilgub Sulsel 2008 lalu, petahana pun kalah,” jelasnya.

Alumni ilmu politik Unhas ini menambahkan, tingginya massa mengambang disebabkan masih ada wilayah pelosok yang belum total digarap oleh kandidat. Selain itu, disebabkan pula banyaknya responden yang belum menentukan pilihan, ataupun memang memilih jalan golongan putih (Golput) untuk Pilgub nanti. Belum lagi, banyaknya pemilih pemula yang notabene masih labil. “Kebanyakan massa mengambang berada di wilayah perkotaan tiap kabupaten, mengingat di wilayah perkotaan pemilih cenderung berada pada tipologi pemilih rasional,” paparnya.

Sulfikarnain mengakui, survei yang dilakukan pihaknya menggunakan sistem random sampling dengan 800 responden. Tingkat kesalahan (margin of error) sebanyak 4,9 persen. Ia juga menegaskan, survei yang dilakukan pihaknya, independen. Bahkan, jauh dari pesanan siapa pun.

Pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Arqam Azikin berpendapat, suara yang mengambang 27 persen tersebut sangat signifikan dan pasti semua kandidat akan memperebutkannya. Itu berarti, lanjut dia, dapat mempengaharui jumlah elektabilitas dari ketiga kandidat tersebut. “Saya menilai 27 persen itu akan mempengaharuhi suara yang cukup signifikan terhadap perolehan elektabilitas dan popularitas serta tren daripada para kandidat tersebut,” jelasnya.

Selama ini, lanjut Arqam, apa yang dilakukan para kandidat dalam mensosialisasikan dirinya, tak lain hanya untuk mengangkat nilai popularitas dan elektabilitas dari masing-masing kandidat. “Peluang untuk memperebutkan 27 persen suara mengambang ini masih besar. Suara yang mengambang ini adalah suara rakyat yang sementara akan melihat siapa bakal calon gubernur yang memiliki komitmen untuk dapat membangun kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu, juru bicara DPD Partai Golkar Makbul Halim justru mempertanyakan hasil survei yang dilakukan Inside Institute.

“Saya belum tahu, dan tidak bisa komentar sedikit pun terkait itu. Yang jelas, kami di Golkar terus bergerak memenangkan ketua DPD I Golkar Sulsel,” elaknya.

Namun, informasi yang dihimpun Rakyat Sulsel dari salah satu lembaga survei juga menyebutkan posisi elektabilitas dan popularitas dan tren memenangkan Pemilukada Sulsel masih menjadi keunggulan pasangan petahana. Survei saat ini menempatkan SYL di posisi 90 persen lebih untuk popularitasnya dan elektabilitasnya mencapai 50 persen lebih serta tren untuk memenangkan Pilgub mencapai 60 persen.

Posisi petahana yang terus menanjak masih jauh meninggalkan dua bakal calon gubernur lain, Ilham-Aziz (IA)  yang masih memiliki tren di angka 20 persen dan pasangan Garudan’Na justru masih berada di posisi yang terbilang cukup rawan dengan nilai elektabilitas dan popularitasnya masih di bawah angka 10 persen.

Kendati saat ini Pilgub masih enam bulan lagi, semua kandidat sementara terus melakukan upaya meningkatkan nilai popularitas dan elektabilitasnya.

Dengan memanfaatkan waktu yang tersisa ini, posisi dan tren dari tiga kandidat nantinya masih akan dikuasai oleh pasangan petahana.

Juru bicara Garuda’Na, Nasrullah Mustamin menilai, angka 8,3 persen yang dirilis lembaga survei Inside Institute adalah capaian yang luar biasa, mengingat Garuda’Na baru efisien bekerja kurang dari sebulan setelah deklarasi. “Itupun belum mangerahkan energi Garuda’Na secara maksimal. Sebab, road show yang kami lakukan hanya di beberapa titik saja di setiap kabupaten,” ujarnya.

Terkait swing voters atau massa mengambang, kata Nasrullah, pihaknya akan memaksimalkan merebut potensi itu. “Hal yang perlu dingat bagi masyarakat Sulsel adalah, sekarang bukan cuma dua calon lagi, namun telah memiliki tiga calon,” jelas Wakil Ketua DPD Gerindra Sulsel ini.

Mantan pengurus KNPI Sulsel ini menambahkan, hasil survei ini menunjukkan tren Garuda’Na positif. “Jika tren positif ini berjalan terus menerus, kami yakin, suara Garauda’Na ketika hari pemilihan nanti bisa melampaui angka pasangan lainnya,” mantapnya.

Terpisah, tim IA mengaku tidak mau ambil pusing dengan hasil yang dirilis lembaga survei eksternal. Karena, tim IA mempunyai lembaga survei internal dan itu yang menjadi rujukan pihaknya.

“Apapun hasil dari survei orang, kami tidak mau mengambil pusing. Biarkan dia merilis hasilnya. Bagi kami, itu haknya,” tegas Ketua Tim Media dan Komunikasi IA, Syamsu Rizal, saat dihubungi, Rabu malam (4/6).

Juru bicara Partai Demokrat Sulsel ini, bahkan mengklaim jika hasil survei internalnya menunjukkan pasangan IA mengalami tren yang positif. Hanya saja, ia enggan menyebutkan hasil survei di internal timnya.

“Yang pasti, kami juga punya hasil tersendiri, dan itulah yang menjadi patokan kami di tim untuk bekerja. Namun, maaf, kami belum bisa membeberkan berapa hasil survei kami,” tandasnya. (RS6-RS11-RS9/D)

Komentar