oleh

Tidak Mudah Pecat JK Dari Golkar

Editor : rakyat-admin-Berita, HL-

Dari Amerika, JK Ucapkan Selamat Ke Ical

 

RAKYAT SULSEL . MAKASSAR – Sikap negarawan ditunjukkan Wakil Presiden RI ke-10, Jusuf Kalla (JK). Meski Partai Golkar mengeluarkan ancaman pemecatan kadernya yang dicalonkan atau mencalonkan diri menjadi presiden atau wakil presiden dari partai lain, namun hal itu tidak membuat JK gusar.

Justru, mantan Ketua Umum Partai Golkar ini mengucapkan ucapan selamat kepada Aburizal Bakrie, atau yang kerap disapa Ical, sebagai calon presiden (Capres) dari partai berlambang pohon beringin itu. “Saya ucapkan selamat pada Ical,” tulis JK saat menjawab pesan singkat Rakyat Sulsel, kemarin.

JK memiliki tingkat elektabilitas dan popularitas yang tinggi. Hanya saja, DPP Partai Golkar bersikukuh untuk menetapkan Ical sebagai capres pada Rapimnas III Partai Golkar. JK tidak bisa menghadiri Rapimnas karena berada di luar negeri bersama keluarga. JK saat ini berada di negara Amerika Serikat dan dijadwalkan kembali ke tanah air, Rabu (4/7) besok setelah sebelumnya mampir di Kota Tokyo, Jepang.

Media Officer JK, Husain Abdullah menambahkan, sebagai seorang tokoh nasional, sudah menjadi biasa, sosok JK menyampaikan selamat seperti itu. “Tetapi sejauh ini, belum ada tanggapan JK soal ancaman sanksi Golkar kepada kadernya kalau ada yang nyapres,” terangnya saat dihubungi Rakyat Sulsel, malam tadi.

Ketokohan JK di Golkar, lanjut Husain tak boleh dinafikkan begitu saja, karena JK itu sudah mengakar di Golkar. “Hanya saja kan, tidak mudah memecat JK begitu saja. Apalagi JK sejak 1967 sudah jadi Ketua Sekber Muda Golkar. Bahkan, mantan ketua umum Golkar,” tandasnya.

 

Golkar Sulsel Jamin JK Tak Dipecat

Juru bicara DPD I Partai Golkar, Afandi Idris menjamin Golkar tidak akan melakukan hal seperti itu, mengingat, JK yang juga mantan ketua umum Golkar memiliki komitmen untuk membesarkan Golkar sebagai partai pemenang Pemilu 2014 mendatang.

“Yang jelas JK tidak akan dipecat dari Golkar,” tuturnya, kemarin.

Terkait implikasi suara Golkar pada Pilgub Sulsel 2013 nanti, Arfandi menilai itu tidak membawa  pengaruh yang cukup signifikan, karena konteksnya yang jauh berbeda. “JK memiliki potensi untuk menaikkan suara Sayang (Syahrul-Agus), karena sebagai kader Golkar semuanya memiliki tanggung jawab memenangkan kandidat Golkar di Pilkada,” ujarnya yakin.

Menanggapi ancaman pemecatan kader Golkar yang ‘nyapres’, pengamat politik Unhas Prof Dr Armin Arsyad menilai, salah satu yang selalu dilakukan Parpol adalah oligarki partai politik, dimana Parpol selalu mengatakan untuk kepentingan organisasi, namun yang terjadi adalah untuk kepentingan kelompok, keluarga atau golongan. termasuk soal pemecatan JK.

“Di Amerika Serikta, Partai Republik dan Partai Demokrat, hampir tidak pernah ketua umumnya menyatakan akan maju sebagai presiden Amerika. Yang ada adalah partai memilih kader terbaik utuk didorong jadi presiden,” paparnya.

Jika pemecatan JK terjadi, pengaruh terhadap Partai Golkar Sulsel menurutnya, tidak terlalu besar. Dukungan simpatisan ke JK akan tetap mengalir. “Contohnya ketika Pemilu 2004 lalu dimana JK diusung oleh partai yang lain, namun ketika JK terpilih sebagai wakil presiden, Golkar Sulsel yang paling pertama pasang badan agar JK kembali ke  partai Golkar,” jelasnya mengingatkan.

Soal apakah pemecatan JK akan berpengaruh bagi suara SYL, Armin menjawab, “Saya pikir tidak akan berpengaruh karena masing-masing pemilih menjaga kepentingan JK untuk Pilpres dan SYL untuk Pilgub.”

Ancaman menurunnya potensi suara Golkar justru dikuatirkan pengamat politik Adi Suryadi Culla. Menurutnya, jika terjadi pemecatan terhadap JK, akan berpengaruh terhadap dukungan masyarakat kepada Golkar. JK punya basis yang kuat, dan salah satu figur dari Sulsel. JK merupakkan aktor nasional yang berasal dari Sulsel yang belum ada penggantinya hingga kini. JK menjadi representasi simbolik. “Ini pasti akan berpengaruh. Mestinya kita melihat secara realistis, sangat berpengaruh bagi partai Golkar, jika JK dipecat maka akan ada reaksi dari masyarakat dan elit. Ini akan merugikan Partai Golkar kerena kehilangan tokoh, dan kehilangan pengaruh yang kuat kemudian imbasnya luar biasa, karena menimbulkan reaksi terhadap pemilih Golkar,” paparnya.

Namun, jika dilihat dari konteks Pilgub Sulsel, dosen ilmu politik Sosial Unhas ini menilai tidak akan berdampak, sebab ada range waktu antara Pilgub dan Pilpres.”Jadi jika terjadi pemecatan terhadap JK, tidak akan menurunkan suara Golkar secara signifikan apalagi dalam memilih SYL.  Yang ada adalah, akan signifikan menurunkan suara Golkar di Pilpres,” tutupnya. (RS11-RS6/E)

Komentar