oleh

KORUPSI PENGADAAN AL QURAN

Editor : rakyat-admin-Berita-

Ketua Umum PBNU: Jangankan Korupsi, Ambil Untung Saja Tidak Etis!

 

SAID AQIL/IST

RAKYAT SULSEL . Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyesalkan kasus korupsi pengadaan Al Quran di Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Dirjend Bimas Islam Kemenag). Untuk menghindari kejadian yang sama di waktu mendatang, reformasi birokrasi didesak segera dilaksanakan.

“Sebenarnya bukan hanya Kemenag, tapi di semua lembaga pemerintah reformasi birokrasi harus segera dilakukan. Tapi karena ini institusi formal yang mengurusi agama, di Kemenag harus disegerakan,” ungkap Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj, di Bandara Halim Perdanakusuma sebelum menuju Pontianak untuk menghadiri pembukaan MTQ Internasional (Selasa, 3/7).

Kang Said, demikian Kiai Said disapa dalam kesehariannya, menambahkan bahwa urusan agama tidak hanya menjadi domain Kemenag, namun seluruh umat Islam harus bisa menjalankan dakwah. Kemenag sebagai lembaga formal harus bisa memberikan contoh yang baik.

“Secara konstitusi urusan agama itu menjadi tanggung jawab Kemenag. Kalau di dalamnya terjadi korupsi, apalagi dalam pengadaan Al Quran, kami jelas sangat menyesalkan,” tegas Kang Said.

Lebih jauh mengenai dugaan korupsi dalam pengadaan Al Quran di Kemeng, Kiai Said menyebutnya sebagai hal yang sangat memalukan. “Jangankan kok korupsi, mengambil untung saja sebenarnya tidak etis. (Pelakunya) jelas sama sekali tak ada rasa takdzim terhadap Al Quran yang suci,” demikian Kang Said. [ysa/rmol]

Komentar