oleh

Kandidat Walikota Beda Cara Atasi Kemacetan

Editor : rakyat-admin-HL, Wawancara-
ilustrasi

RAKYAT SULSEL . MAKASSAR – Kemacetan kini seolah-olah menjadi “hantu” jalanan yang menjengkelkan. Selain menyita waktu pengguna jalan sehingga mengurangi produktivitas, arus lalulintas terkesan semrawut. Tak beraturan. Traffic light banyak dilanggar, banyak pula yang tidak berfungsi.

Mungkin ini dampak dari semakin berkembangnya Makassar sebagai kota metropolitan, menuju kota megapolitan. Selain itu, kemudahan memiliki kendaraan menjadi salah satu pemicunya. Hanya dengan belasan juta rupiah seseorang sudah bisa mencicil mobil, atau hanya dengan DP ratusan ribu sudah dapat membawa pulang sepeda motor. Tidak dibatasinya kepemilikan kendaraan, membuat pertumbuhan kendaraan pun bertambah pesat.

Yang lebih mendominasi penyebab kemacetan, karena volume jalan yang sejak puluhan tahun masih itu-itu saja. Kalau pun ada pelebaran, hanya beberapa meter saja, tanpa ada terobosan baru untuk mengimbangi bertambahnya kendaraan yang begitu pesat.

Bagaimana para kandidat walikota Makassar memandang kemacetan di Kota Makassar? Bagaimana mengatasinya? Ternyata, para kandidat itu memiliki cara berbeda untuk mengatasi kemacetan ini.

Menurut kandidat walikota dari PAN, HM Busrah Abdullah, bahwa untuk mengatasi kemacetan di Kota Makassar adalah bagaimana mengantisipasi perkembangan roda dua dan roda empat. “Diseimbangkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Makassar. Pasti tak kalah pentingnya sistem rekayasa lalu lintas jangan sampai salah. Seperti di Jalan AP Pettarani sehingga terjadi kemacetan. Dimana, Dinas Perhubungan dan Kepolisian menutup banyak belokan. Seharusnya belokan itu diperbanyak, bukannya ditutup,” katanya.

Sementara itu kandidat Walikota Makassar dari Partai Demokrat, Ady Rasyid Ali mengatakan, yang seharusnya dilakukan oleh Pemerintah Kota Makassar, untuk jangka panjang memang membutuhkan anggaran untuk membangun fly over dan  jalan tol dalam kota yang gratis seperti yang ada di Jakarta. Itu sudah mesti dibangun di Kota Makassar. Baik fly over, under pas dan jalan tol gratis itu sudah harus dibuat. Ini memang membutuhkan anggaran yang besar cuma memang harus diperjuangkan mulai dari sekarang khususnya pada anggaran pokok 2013 mendatang.

“Anggota DPR-RI dari Sulsel kan banyak di Senayan. Nah, inilah yang harus membantu kita memperjuangkan anggaran tersebut. Saya berpikir sistem tree in one juga perlu digagas di Kota Makassar. Nanti kita kaji apakah sistem ini bisa atau tidak diterapkan di Makassar,” tegasnya. (RS5-RS1/C)

Komentar