oleh

Distamben Lutra Ancam Laporkan Kasus PLTMH Seko

Editor : rakyat-admin-Daerah-

Jika Rekanan Tidak Patuhi Deadline

 

RAKYAT SULSEL . LUWU UTARA –Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben), Kabupaten Luwu Utara, Armin Sos, mengancam akan melaporkan pihak rekanan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLTMH) di Desa Tanamakaleang, Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara.

Pasalnya, proyek Program Percepatan Pembangunan Infrastruktur Pedesaan Daerah Tertinggal (P2IPDT) tahun 2009 itu, diduga terbengkalai karena sejak tahun 2009 hingga sekarang, PLTMH yang dibangun dengan anggaran Rp 1,173 miliar tersebut, belum dapat dioperasikan, padahal pencairan dana proyek sudah dilakukan hingga 100 persen.

“Distamben Lutra akan terus berupaya agar pihak rekanan bisa menyelesaikan pengerjaan proyek PLTMH di Desa Tanamakaleang, Seko. Saat ini kita telah bersurat ke Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) sebagai bentuk pelaporan keterlambatan penyelesaian pembangunan PLTMH tersebut,” kata Armin pada Rakyat Sulsel, Senin (2/7) kemarin.

Armin menambahkan, pihak Pemkab Lutra telah melakukan pertemuan dengan pihak kontraktor untuk mendesak dan memberikan deadline dalam penyelesaian proyek tersebut. “Apabila mereka tidak menghiraukan deadline (batas waktu.red) yang kita berikan, maka kasus PLTMH Seko ini akan dilaporkan pada aparat hukum,” tegasnya.

Proyek tersebut, tambah Armin, merupakan paket pengadaan proyek pembangunan PLTMH di Kecamatan Eremersa, Kabupaten Bantaeng, senilai Rp1,308 miliar dan PLTMH di Kecamatan  Kindang,  Kabupaten Bulukumba, senilai Rp971 juta.

Sementara rekanan yang mengerjakan proyek PLTMH Seko adalah konsorsium PT Abaditra Buana Suprindo kerjasama PT Yudha Nusantara Indah dan PT Pupli. (k15/dj/D)

Komentar