oleh

SYL-IAS Meleset, Spanyol Bantai Italia 4-0

Editor : rakyat-admin-Berita, HL-

Cetak Sejarah Juara Dua Kali Berturut-turut

Nobar di Kota Makassar Digelar di Sejumlah Tempat

 

 

RAKYAT SULSEL . MAKASSAR – Siapa tim terbaik sejagad Eropa terjawab sudah. Dalam final Piala Eropa atau EURO 2012 dinihari tadi, Spanyol berhasil membantai Italia dengan sekor telak 4-0  di Stadion Olympiade Kiev, Ukraina, Minggu atau Senin (2/7) dini hari WITA. Gol pertama Spanyol diciptakan oleh David Silva di menit ke-14 lewat sundulan kepala. Gol kedua oleh Jordy Alba di menit 41, dan gol ketiga oleh Fernando Torres di menit 84, serta Juan Matta yang menjadi penyumbang gol terakhir pada menit terakhir 89.

Prediksi dua kandidat Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo dan Ilham Arief Sirajuddin pun meleset. Sebelumnya, incumbent SYL mengaku menjagokan Italia pada final EURO 2012 ini. “Saya telanjur punya baju Itali dikirimkan teman-teman, walaupun saya sentimen ini Itali karena kalahkan tim kesayangan saya Jerman. Begitu. So, Saya Italia, lah,” begitu SMS yang dikirim Ketua DPD Golkar Sulsel ini ke Rakyat Sulsel beberapa jam sebelum pertandingan final Spanyol vs Italia berlangsung.

Sementara itu, Ketua DPW Partai Demokrat Sulsel Ilham Arief Sirajuddin juga menjagoka Italia sebagai juara pada Euro 2012. Meski demikian, Ilham mengaku agak sulit menentukan negara mana yang akan jadi nomor satu dalam perhelatan olahraga Eropa empat tahunan ini. “Sulit menentukan pemenang diantara Italian dan Spanyol, karena dua-duanya bagus, sementara keduanya bukan jagoan saya. Tapi kalau melihat nasib juara mungkin Italia jadi pemenang,” ungka Walikota Makassar dua periode ini.

Untuk menyaksikan final Euro tersebut, Ilham awalnya berencana menyaksikan laga tersebut langsung di Ukraina, tapi karena jagoannya tidak lolos, dia hanya menyaksikan laga tersebut dari layar televisi.

Terlebih lagi Walikota Makassar ini sedang berada di Singapura menghadiri kegiatan World Cities Summit bersama walikota dari empat daerah lainnya seperti Jakarta, Jambi, Kepulauan Riau, dan Palembang.

 

Pesta Gol

 

Kemenangan Spanyol ini akhirnya menghapus kutukan piala Eropa, dimana sebelumnya belum ada sekalipun negara yang bisa menjadi juara Piala Eropa dua kali berturut-turut sejak dihelatnya pertandingan ini sejak tahun 1960. Negeri Matador ini kembali keluar sebagai juara Piala Eropa untuk kedua kalinya yakni, tahun 2008 dan 2012.

Keluarnya Spanyol sebagai juara piala di piala yang hanya digelar dibenua biru ini, menjadikan Spanyol sebagai satu-satunya negara di Eropa yang berhasil menorehkan 3 prestasi membanggakan yakni, juara EURO tahun 2008, keluar sebagai kampiun piala dunia tahun 2010, dan kini kembali menyabet trofi bergengsi di benua biru dengan keluar sebagai juara Euro tahun 2012.

Kedua tim memulai permainan dengan tempo lambat sejak menit-menit awal. Spanyol dengan taktik tiki-taka, mampu mengurung pertahanan Italia. Xavi Hernandez membuka peluang pertama bagi Spanyol pada menit ke-10. Namun, bola tendangan kerasnya berawal dari kerja sama apik dengan Cecs Fabregras di luar kotak penalti masih melayang tipis di atas mistar gawang Italia.

Empat menit berselang, Spanyol akhirnya mampu mengubah skor lebih dulu berkat gol Silva pada menit ke-14. Berawal dari umpan Xavi Hernandez, Andres Iniesta lalu melepaskan umpan terobosan kepada Fabregas. Lolos dari jebakan offside, Fabregas kemudian menusuk jantung pertahanan dan melepaskan umpan tarik yang langsung disambar sundulan Silva. Bola sundulan Silva masuk ke dalam gawang, 1-0 untuk Spanyol.

Tertinggal satu gol, Italia tak tinggal diam. Mario Balotelli hampir saja menyamakan kedudukan melalui sundulan, jika umpan silang Federico Balzaretti tidak mampu ditepis oleh kiper Iker Casillas pada menit ke-27.

Memasuki pertengahan babak pertama, Spanyol lebih banyak bertahan. Sementara, Italia terus mencoba membongkar pertahanan Gerard Pique dan kawan-kawan. Antonio Cassano mendapat peluang pada menit ke-29. Sayang, tendangan penyerang AC Milan itu masih lemah dan bola mampu diantisipasi dengan mudah oleh Casiilas.

Empat menit berselang, lagi-lagi Casillas kembali tampil gemilang. Kali ini, kiper Real Madrid itu mampu menahan bola hasil tendangan keras Ignazio Abate dari luar kotak penalti pada menit ke-33 dengan sangat baik.

Kombinasi Andrea Pirlo dan Riccardo Montolivo terus mengurung pertahanan Spanyol hingga menit-menit akhir babak pertama. Terus menyerang, “Gli Azzurri” kehilangan konsentrasi di lini belakang. Akhirnya, hal itu mampu dimanfaatkan Spanyol untuk mencetak gol keduanya melalui Alba pada menit ke-42. Menerima umpan terobosan matang dari Xavi, Alba kemudian melepaskan tendangan mendatar terarah tanpa mampu diantisipasi Buffon.

Selepas turun minum, Italia langsung menekan pertahanan Spanyol. Pemain pengganti, Antonio Di Natale, mendapat kesempatan emas setelah lolos offside pada menit ke-51. Akan tetapi, bola tendangan kerasnya dari dalam kotak penalti masih dapat diantisipasi sangat baik oleh Casillas.

Tempo permainan melambat pada pertengahan babak kedua. Italia tampak kesulitan menembus pertahanan Spanyol. Sementara, tim asuhan Vicente Del Bosque itu, lebih banyak memainkan bola di lapangan tengah, sambil sekali-sekali melakukan serangan berbahaya dari sisi sayap.

Memasuki sepuluh menit terakhir, Italia terlihat semakin frustasi karena tak mampu menembus benteng pertahanan Spanyol. Hal itu kemudian dimanfaatkan oleh Iniesta dan kawan-kawan untuk mengambil alih permainan.

Pada menit ke-84, akhirnya pemain pengganti Fernando Torres semakin memupuskan harapan Italia setelah mampu menambah keungulan Spanyol 3-0. Menerima umpan dari Xavi, striker Chelsea itu, lolos offside dan kemudian langsung melepaskan tendangan terarah ke pojok kiri gawang tanpa mampu diantisipasi Buffon.

Dua menit menjelang akhir pertandingan, pemain pengganti, Juan Mata menggenapi skor menjadi 4-0 untuk keunggulan Spanyol setelah mampu memaksimalkan umpan Torres. Skor itu pun bertahan hingga akhir laga dan menjadikan Spanyol sebagai juara Eropa.

Menurut catatan UEFA, sepanjang pertandingan, Spanyol menguasai bola sebanyak 52 persen dan melepaskan sembilan tembakan akurat dari 14 kali tembakan ke arah gawang.  Adapun Spanyol menciptakan enam peluang emas dari 11 percobaan.

 

Nobar di Kota Makassar

Semenara itu, suasana nonton bareng (Nobar) di sejumlah tempat di Makassar begitu semarak. Dari kelas mewah, seperti hotel, pub dan restaran, warung kopi hingga level pinggir jalan terlihat disesaki para penggila bola menyaksikan bentrokan partai final, Spanyol kontra Italia.

Sepertidi Hotel Clarion, suara pecinta bola bergemuruh di ruangan Ball Room yang berisi 100 meja. Pengusaha dan politisi pun berbaur menyaksikan perhelatan akbar ini. “Malam ini saya mendukung Spanyol, karena permainannya sangat atraktif dan kolektif, ” kata Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel dari Partai Demokrat, Andry Arief S Bulu.

Anggota DPRD Makassar, Mujiburrahman, juga hadir. Dia sengaja datang untuk menonton idolanya Italia. “Saya pasti nonton karena yang bermain adalah idola saya Italia, ” imbuh politisi PDK ini.

Hasil pantauan tim Rakyat Sulsel di sejumlah hotel, seperti Hotel Coklat, Hotel Santika, Makassar Golden hotel (MGH), Ballezza dan KFC Ratulangi ditemui sejumlah politisi yang juga anggota legislatif nobar di tempat ini.

Selain nonton bareng, pengunjung yang datang juga berkesempatan mendapatkan door prise dan hadiah. Seperti di Hotel Santika, memberikan voucher nginap hotel selama sehari. Public Relation Hotel Santika, Devi mengungkapkan jika pengunjung yang datang akan diberikan kupon untuk diundi nanti. ” Ada 15 voucer nginap hotel yang telah disiapkan. Itupun jika beruntung,” ungkap Devi, di Hotel Santika.

Di MGH pengunjung dimanjakan dengan suasana deburan angin pantai Losari. Selain itu pengunjung juga diberikan hadiah melalui undian saat acara dari salah satu operator telepon selluler yang bekerja sama dengan MGH. “Nonton bola kan harus santai, jadi kami tawarkan suasana Pantai Losari, ” tutur salah satu penonton, Deril.

Di depan pintu masuk Anjungan Pantai Losari, ribuan masyarakat menyaksikan laga Final Euro 2012. Bahkan sampai menutup jalan di bagian pertigaan penghibur dan Rumah Sakit Grestelina. (RS3-RS11-RS10-dj/D)

dan rumah sakit Grestelina. (RS3/RS11/RS10/)

Komentar