oleh

Mukhtar Tompo: Jangan Jadikan Buruh Seperti Budak

Editor : rakyat-admin-Berita-

PT Equiport Inti Indonesia Harus Diawasi

 

RAKYAT SULSEL . MAKASSAR – Anggota Komis B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Mukhtar Tompo menilai, perlakuan PT. Equiport Inti Indonesia anak perusahaan dari PT. Pelindo IV, yang memperkerjakan Buruh angkut di pelabuhan Makassar, perlu diawasi.

Muktar Tompo mengatakan, Pemerintah provinsi melalui dinas tenaga kerja, harus lebih serius lagi menangani persoalan yang di alami para buruh, karena peran buruh yang di pekerjakan dua perusahaan besar tersebut, mau di kata sama halnya dengan memperbudak para pekerja buruh yang ada di pelabuhan.

“Saya sangat miris melihat nasib para buruh yang sengaja dibiarkan bekerja keras, namun upah yang diterimanya jauh dari standar yang diteteapkan pemerintah,” ungkapnya

Mukhtar menghimbau pemerintah bersama dengan staek holder terkait, melakukan kajian terhadap upah para buruh ini, apa lagi para buruh yang menjadi tulang punggung dalam roda perekonomian di pelabuhan Soekarno Hatta itu juga tidak dilindungi asuransi kesehatan.

“Yang jelas masalah ini akan saya bawa dalam rapat fraksi sehingga teman-teman Hanura yang berada di komisi mitra kerja dinas tenaga kerja dapat mengkaji hal tersebut,” ucapnya

Mukhtar menjelaskan, kalau masalah ini terus di biarkan, aksi pekerja yang tergabung dalam TKBM (Tenaga Kerja Bongkar Muat) tersebut, bisa berdampak pada pada telatnya distribusi pupuk bersubsidi.

“Apalagi saya dengar di pelabuhan Soekarno Hatta terjadi persaingan usaha yang tidak sehat sehat, antar perusahaan distribusi tenaga kerja dengan pihak Pelindo yang memiliki kekuasaan, otoritasnya telah di campuri dengan unsur politik dagang yang tidak sehat,” ulasnya.

“Kalau ini terus di biarkan, akan menimbulkan gesekan, dan berdampak buruk bagi Sulsel yang menjadi pintu utama kawasan timur Indonesia,” kuncinya. (RS6/RS1/dj/C)

Komentar