oleh

Ilham: Jangan Hanya Berani Ngomong Di Belakang

Editor : rakyat-admin-Daerah-

RAKYAT SULSEL . PANGKEP – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangkep, Andi Ilham Zainuddin menantang pihak-pihak yang menolak bergabung dalam aksi penolakan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) untuk bicara di depannya. Ilham membenarkan bahwa ada kelompok di Pangkep yang menuding gerakan yang dipimpinnya bersama Bupati itu hanya untuk kepentingan sesaat. “Mereka cuma berani ngomong di belakang saja. Kalau berani suruh bicara di depanku, pasti tidak ada yang mau,” tantang Ilham.

Diakui Ilham bahwa kelompok yang menolak juga berasal dari kalangan legislatif sendiri. Namun demikian, Ilham enggan menyebut siapa-siapa yang dimaksudnya.

Ia menegaskan bahwa perjuangannya bersama elemen masyarakat yang lain untuk menolak hasil PT Semen Tonasa untuk memasukkan putra daerah dalam jajaran komisaris PT Semen Tonasa adalah murni tanpa unsur politik. Menurutnya, anggapan sebagian pihak yang menuding bahwa ada kepentingan ekonomi dan politik di balik aksi menolak hasil RUPS-LB adalah tudingan yang tidak bisa dibuktikan.

Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Pangkep ini menuturkan bahwa dari awal sampai sekarang dirinya bersama Bupati Pangkep, H Syamsuddin A Hamid tidak pernah menyebut nama untuk diprioritaskan dalam RUPS-LB PT Semen Tonasa September mendatang. Yang utama baginya adalah keterwakilan masyarkat.

“Tudingan itu tak berdasar dan tidak bisa dibuktikan. Harus dipahami bahwa gerakan ini murni untuk memperjuangkan keterwakilan putra daerah. Dari awal juga kita tidak pernah sebut nama,” kata Ilham yang ditemui seusai mengikuti upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Bayangkara ke-66 di Mapolres Pangkep Minggu (1/7).

“Banyak yang nelpon untuk diperjuangkan, tapi itu bukan ranah saya. Saya tidak mau berpihak ke salah satu karena semuanya adalah putra daerah terbaik, sipapun yang nantinya terpilih jadi komisaris wajib kita support,” ucapnya.

Dipastikan bulan September mendatang, dua putra daerah Pangkep akan masuk dalam jajaran komisaris dan direksi PT Semen Tonasa, karena untuk mengubah hasil RUPS-LB mesti lewat mekanisme RUPS juga.

“Di Jakarta kami tidak hanya menuntut posisi komisaris, tapi kita paketkan dengan jabatan direksi. Tapi nanti bulan September pemegang saham RUPS dan insya Allah putra daerah Pangkep sudah duduk dalam komisaris dan direksi,” ujarnya yakin. (K5/D)

 

Komentar