oleh

Pemilik Hotel Pulau Mas Akan Dipanggil Paksa

Editor : rakyat-admin-Berita-

Dewan: Dua Panggilan Sebelumnya Tidak Digubris

 

RAKYAT SULSEL . Makassar – Ketua Komisi A, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar, akan memanggil paksa Pemilik Hotel Pulau Mas Ivan Tambunan, terkait dengan persoalan tunggukan pajak dan pencurian air PDAM.

Hal tersebut menjadi rekomendasi dalam rapat dengar pendapat antara Komisi A DPRD Makassar, dengan Pihak Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Makassar, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Makassar, dan Satuan Pemuda dan Mahasiswa (Sapma) Pemuda Pancasila Sulsel, di Ruang Badan Anggaran DPRD Makassar, Kamis (28/6) Kemarin.

“Kita sudah memanggil dua kali Ivan Tambunan, sebagai pemilik Hotel Pulau Mas dan belum satupun panggilan tersebut di tanggapi, olehnya itu kita merekomendasikan untuk memanggil paksa Ivan dengan bantuan aparat kepolisian,” ungkap Ketua Komisi A DPRD Makassar, Rahman Pina.

Menurutnya, apa yang telah di rekomendasikan tersebut sudah sesuai dengan mekanisme, pemanggilan paksa dengan bantuan kepolisian itu, nantinya lewat pimpinan DPRD Makassar. ” Nantinya setelah dilakukan pemanggilan paksa kemudian Ivan belum bisa di hadirkan maka Rapat dengar pendapat tetap akan berjalan,” lanjutnya.

“Bisa saja nanti jika terbukti pajak Hotel Pulau Mas bermasalah, maka kita akan merekomendasikan kepada pemerintah kota untuk mencabut izin operasional hotelnya,” papar Rahman Pina.

Lebih lanjut Rahma juga mengatakan, bahwa dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP), ada tambahan usulan untuk melakukan peninjauan langsung bersama dengan pihak Dispeda Makassar dan PDAM Makassar.”Meski nanti dilakukan peninjauan langsung, Ivan tetap harus hadir dalam Rapat,” tegasnya.

Sementara itu Ketua Sapma PP Sulsel, Zamanjuddin Rajab menambahkan, bahwa harus ada sikap yang jelas dari dewan.”Tindakan dewan sudah tepat untuk melakukan pemanggilan paksa kepada pemilik Hotel Pulau Mas, sebab jika tidak demikian akan menjadi citra buruk jika tidak ada tindakan tegas dari dewan,” ujar Zamanjuddin.

“Karena kalau tidak ada tindakan yang konkrit dari dewan, Kami Sapma PP akan melakukan cara-cara kami sendiri, termasuk akan mengawal laporan pihak PDAM Makassar di Kepolisian terkait pencurian air yang dilakukan Ivan. Saya menduga ada konspirasi dengan pihak kepolisian, itu juga akan menjadi tujuan kami nanti,” tututpnya. (RS1/dj/C)

Komentar