oleh

Terdakwa Korupsi Gernas Kakao Pinrang Diancam 20 Tahun Penjara

Editor : rakyat-admin-Hukum-

PH Ajukan Langsung Ajukan Esepsi

 

ilustrasi

RAKYAT SULSEL . MAKASSAR – Tiga terdakwa kasus dugaan tindak pidana korupsi penyelewengan anggaran Gerakan Nasional (Gernas) Kakao Kabupaten

Pinrang Rp13 miliar tahun 2009 lalu, diancam 20 tahun penjara. Berdasarkan penyelidikan dan penyidikan, ketiga terdakwa masing-masing Santianis Direktur CV Raja Mas Argo sebagai rekanan pada proyek Gernas, Pejabat Pembuat Komitmen Umar Summang dan tim teknis Hartati Karim, terbukti melanggar pasal 2 dan pasal 3 Undang-undang Undang Nomor 21 tahun 2009 tentang Pemberantasan korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUH

Pidana.

“Berdasarkan penyidikan, ketiganya melaksanakan pekerjaan tidak sesuai dengan aturan tentang proyek Gernas Kakao,”terang Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ridwan Umar didampingi Andi Mujahida, usai persidangan di Pegadilan Tipikor Makassar, (27/6).

Ridwan mengatakan, dari perbuatan yang dilakukan ketiga terdakwa tersebut mengakibatkan kerugian Negara hingga Rp700 juta dari pekerjaan yang

dianggap tidak sesuai dengan kontrak yang ada.

“Ada beberapa pelanggaran, seperti lahan fiktif atau pengurangan jumlah bibit. Itu yang menjadi bukti kuat penyidik,”katanya.

Diketahui, proyek Gernas Kakao di Kabupaten Pinrang mendapat kucuran anggaran sebesar Rp 13 miliar dari struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja

Negara (APBD) tahun 2009, dan merupakan salah satu kasus prioritas dari Kejati Sulselbar, selain karena merupakan program nasional, nilai anggaran dan kerugian negara yang terjadi pada kasus dugaan korupsi ini cukup besar.

Selain itu, penyidik juga menemukan adanya manipulasi luas lahan seluas 2.700 hektar (ha), dan tindakan okulasi atau penyambungan tanaman kakao hanya dikerjakan satu kali penyambungan. Hal itu menurut hasil temuan penyidik kejaksaan tidak sesuai dengan petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan.

Sementara itu, Tajudding Rachman yang menjadi Penasihat Hukum (PH) ketiga terdakwa memastikan pihaknya bakal mengajukan esepsi pada persidangan mendatang.

“Kami langsung ajukan esepsi, untuk apa yang menjadikan kami mengajukan esepsi nanti siding berikutnya kami akan sampaikan,”katanya.

Tajudding mengatakan, ketiag kliennya tersebut saat ini tengah menjalani penahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Klas I Makassar lantaran ketiganya tidak

sanggup mengembalikan sisa kerugian Negara sebesar Rp500 juta dimana sebelumnya ketiga terdakwa hanya mengembalikan Rp200 juta.

“klien saya tidak sanggup lagi mengembalikan kerugian Negara jadi harus ditahan,”ujarnya. (RS4/her/C)

Komentar