oleh

Staf Kelurahan Parangtambung Dapat Bogem Mentah

Editor : rakyat-admin-HL-

Dalam RDP Penggusuran PK5 UNM Parangtambung

Lurah Parangtambung Ngotot Gususr PK5

 

Rapat Dengar Pendapat antara pihak Kelurahan Parangtambung dengan Komando Pejuang Merah Putih (KPMP) yang dimediasi oleh DPRD Makassar berakhir ricuh. Salah seorang staf kelurahan mendapat bogem mentah dari anggota KPMP.

RAKYAT SULSEL . MAKASSAR – Rapat Dengar Pendapat (RDP)  terkait penggusuran Pedagang Kaki Lima (PK5) Kelurahan Parangtambung di ruang Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Makassar berakhir ricuh. Salah satu staf Kelurahan Parangtambung,Iqbal Asnan dipukul oleh anggota  Komando Pejuang Merah Putih (KPMP) Sulsel.

Akibatnya adu mulut antara anggota KPMP dengan staf kelurahan terjadi di ruang banggar.” Ini kan sudah rapat, harusnya kita berbicara baik-baik bukan malah tersinggung dan memukul saya,”ungkap Iqbal Asnan, Rabu (27/6) kemari.

Kepala Kelurahan Parangtambung, Rheza mengatakan apapun tuntutan KPMP, pihaknya tetap akan menggusur PK5 yang berada di depan Kampus Universitas Negeri Makassar (UNM).

“Para PK5 di sana itu sudah ada tempatnya, tetapi mereka sewakan lagi dan ingin menempati lagi tempat yang baru. Padahal itu adalah fasilitas,”katanya.

Sementara itu, ketua KPMP,Muskarnain Yunus  mengatakan apabila pemerintah seenaknya saja menggusur itu sama saja tidak manusiawi.”Mereka itu butuh makan,mereka cuma mampu berdagang kecil-kecilan karena terbatasnya ruang dan dana untuk berwiraswasta. Jadi jangan seenak saja menggusur orang apalagi dengan cara mengancam dan menggertak para pedagang”ungkapnya.

Lebih lanjut KPMP dalam pernyataan sikapnya menuntut Walikota Makassar untuk memecat lurah dan sekretaris lurah Parangtambung. Meminta camat Tamalate agar tidak menggusur PK5 sebelum ada solusi.

“Kami meminta kepada Walikota dan jajarannya dalam hal ini camat Tamalate untuk mencari lahan PK5 yang tepat untuk mereka tempati berjualan mengingat para PK5 tersebut belum mendapatkan lahan untuk jualan,”tutupnya. (RS1/eui/D).

Komentar