oleh

Kontribusi DJP Sulselbartra Terhadap APBN Capai Rp 7,4 T

Editor : rakyat-admin-Ekonomi & Bisnis-

RAKYAT SULSEL . MAKASSAR – Konstribusi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kantor Wilayah Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara (Sulselbartra) terhadap Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2011 mencapai Rp 7,4 triliun dari total APBN Rp 800 miliar.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Hj A P A Timo Pangerang dalam sambutannya pada acara ramah tamah Dirjen Pajak dan Wajib Pajak di Grand Clarion Hotel, Selasa (26/6).

Menurutnya, pertumbuhan penerimaan pajak sangat berpengaruh terhadap perekonomian daerah, bahkan dapat menekan inflasi. Untuk itu, dirinya mengimbau agar seluruh wajib pajak dapat lebih pro aktif dalam hal pembayaran pajak.

Sementara, Kepala Kantor Wilayah DJP Sulselbartra, Arfan menyebutkan, dari target penerimaan Rp 871,93 triliun tahun ini, Sulselbartra diharapkan memasok Rp 8,5 triliun.

Dilihat dari komposisinya terhadap pendapatan negara, kontribusi pajak cukup besar. Porsinya mencapai 75 persen dari total pendapatan di APBN.

“Artinya, sektor pendapatan lain, kalah jauh. Itu terjadi karena sumber daya alam kita sudah sangat terkikis,” tegasnya.

Arfan memaparkan, Kantor Wilayah DJP Sulselbartra pada 2011 mencapai Rp 7 triliun. Sedangkan tahun ini ditargetkan Rp 8,5 triliun, meski realisasi per Mei, baru 25 persen. Ia berharap, semua pihak, baik pihak perpajakan maupun wajib pajak, harus bahu membahu. Pasalnya, pada 2013 mendatang, pemerintah menetapkan target pengumpulan pajak sudah mencapai Rp 1.000 triliun.

“Sulselbartra harus ikut berperan, meski kontribusinya masih di bawah 1 persen. Makanya itu harus memotivasi. Masa dengan rasio sekecil itu, kita tidak bisa mencapai target,” sebut Arfan.

Untuk mendukung target Rp 1.000 triliun pada 2013, syaratnya pertumbuhan penerimaan DJP setiap tahunnya mencapai 19,7 persen. Tax ratio juga diharapkan naik. Saat ini, tax ration Indonesia masih 12,7 persen. Perlu dinaikan menjadi 15 persen.

Tahun 2010, target penerimaan pajak dipatok sebesar Rp 611,22 triliun, Rp 724,63 setahun kemudian, dan 2012 ditargetkan Rp 871,93 triliun. Baru pada tahun 2013, penerimaan pajak diharapkan mencapai Rp 1.058,23 triliun. (RS10/dul/C)

Komentar