oleh

Curhat Bupati Ke Dahlan Iskan Akomodir 2 Putra Daerah

Editor : rakyat-admin-Berita, HL-

Di Pangkep, Massa Kembali Tutup Jalan

 

BAKAR MOTOR. Massa kembali menutup jalan dan membakar botor saat melakukan aksinya di Kantor PT Semen Tonasa, kemarin (27/6).

RAKYAT SULSEL . PANGKEP – Kepergian Bupati Pangkep Syamsuddin A Hamid bersama rombongan ke Jakarta akhirnya berbuah hasil. Perjuangan untuk menempatkan dua putra daerah di jajaran komisaris diakomodir Menteri Budan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan.

Kemarin (27/6), Syamsuddin A Hamdi bersama rombongan berada di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Mereka diterima sejumlah anggota DPR RI asal Sulawesi Selatan dari berbagai fraksi. Setelah bupati menjelaskan maksud kedatangannya, anggota dewan asal Sulsel ini kemudian manfasilitasi rombongan bupati Pangkep untuk diterima Komisi VI DPR RI.

Komisi VI sendiri saat itu sedang melakukan Rapat kerja (Raker) bersama Kementerian BUMN yang dihadiri langsung Dahlan Iskan.  Dalam pertemuan dengan Komisi VI DPR RI dan Dahlan Iskan ini,  bupati Pangkep mengungkapkan kekesalannya akan hasil rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB).

Syamsuddin menegaskan, dia menolak hasil RUPS-LB karena tidak ada keterwakilan putra daerah Pangkep sebagai daerah tempat PT Semen Tonasa beroperasi.

Menurut salah seorang tokoh pemuda Pangkep yang ikut dalam rombongan, Asran Idrus, mendengar pernyataan bupati, Dahlan Iskan sempat bertanya, “Kenapa (putra daerah) tidak diakomodir?,” tanya Dahlan dalam pertemuan itu, seperti dikutip Asran yang dihubungi lewat telepon.

Asran mengatakan bahwa  Dahlan Iskan menyambut baik pengaduan buapti Pangkep bersama rombongan dan  akan segera melakukan pengecekan akan hasil RUPS-LB PT Semen Tonasa.

Setelah empat jam melakukan pertemuan, akhirnya komisi VI dan Dahlan Iskan bersama bupati menyepakati untuk memasukkan dua nama putra daerah Pangkep untuk duduk dalam jajaran dewan komisaris PT Semen Tonasa.

“Kita sepakat untuk menambah dua orang lagi (putra daerah), kita tidak mau mencederai perasaan denganmelakukan pencoretan dari lima nama yang telah pilih dalam RUPS–LB yang lalu,” ucap Asran.

Asran meminta kepada semua masyarakat Pangkep untuk tidak tenang dan menunggu kabar baik dari Jakarta. “Pokonya orang Pangkep tenang saja, tunggu kabar baik,” ujarnya yakin.

Sementara itu, di Pangkep, ratusan massa dari berbagai elemen, mahasiswa, LSM hingga tokoh pemuda kembali turun ke jalan di depan kantor PT Semen Tonasa. Mereka kembali menutup jalan sehingga puluhan truk pengangkut semen tidak dapat beroperasi.

Massa mulai kembali berkumpul di Tugu Bambu Runcing kota Pangkajene, melakukan orasi yang intinya menuntut agar PT semen Gresik memasukkan warga lokal sebagai dewan komisaris.

Lalulintas di kota Pangkajene, Rabu (27/6) siang macet beberapa jam karena adanya aksi demo yang melintas. Setelah berkumpul mereka lalu melanjutkan ke Kantor Bupati yang diterima Wabup, Drs Abd Rahman Assegaf. Massa menyerahkan selebaran yang berisi 5 tuntutan diantaranya, mencabut izin penambangan PT Semen Tonasa, menolak komisaris hasil RUPS-LB, menuntut agar dua orang warga Pangkep masuk dalam jajaran komisaris, spin-off dan menolak Semen Tonasa dijadikan Semen Garuda.

Selain menutup akses jalan, demonstran yang  dipimpin, Alfian Muis  yang mengatasnamakan Gerakan Moral Masyarakat Pangkep Untuk Perjuangan (Gempur) juga membakar ban dan motor salah seorang relawan, Zulaidin Bagenda Ali SH, yang merelakan motornya dibakar massa.”ini bentuk dukungan saya kepada demonstran untuk menunut keadilan dari PT semen Tonasa,” katanya.

Massa diterima sekretaris PT Semen Tonasa, H Arifin SH, yang mengatakan tidak dapat berbuat banyak tentang masalah ini, karena semuanya telah ditangani oleh pihak PT Semen Gresik.(k5/D)

Komentar