oleh

Lumrah Ada Titipan, Tapi Lihat Kondisinya

Editor : rakyat-admin-HL, Wawancara-
IQBAL JALIL, Anggota Komisi D DPRD Kota Makassar

RAKYAT SULSEL . Penerimaan Siswa Baru (PSB) mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA di Makassar yang sudah di buka sejak tamggal 25 Juni hendaknya tidak diwarnai dengan pungutan liar (Pungli), termasuk tentang larangan pemungutan uang pendaftaran maupun pembelian baju seragam.

Anggota Komisi D DPRD Kota Makassar, Iqbal Jalil,LC meminta Pemkot Makassar untuk mengawasi kemungkinan terjadinya pungutan liar terhadap siswa baru saat pendaftaran siswa di tahun ajaran baru ini.

Selain itu, perlu juga diawasi adanya siswa yang masuk lewat jendela “letjen”. Biasanya, PSB selalu dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk mengeruk keuntungan. Modusnya, dengan menjanjikan orang tua/wali calon siswa untuk diakomodir. Tentunya, dengan sejumlah imbalan.

Kondisi ini patut diantisipasi dan diawasi oleh Pemerintah Kota Makassar sehingga tidak terjadi apa yang disebut ‘jual-beli’ kursi di sekolah-sekolah negeri, yang merusak citra pendidikan di Kota Makassar dan bisa merugikan orang tua/wali siswa

Untuk mengetahui sejauh mana DPRD Makassar melihat persoalan PSB, berikut wawancara Harian Rakyat Sulsel dengan Iqbal Jali, LC, Selasa (26/6) kemarin.

 

+ Ini kan sudah memasuki masa Penerimaan Siswa Baru (PSB), seperti apa bentuk pengawasan dari Dewan sendiri?

– Memasuki masa penerimaan siswa baru hingga ujian masuk, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar akan melakukan pengawasan khusus.

Kita tidak mau ada calon siswa yang seharusnya lulus kemudian tidak lulus, begitupun sebaliknya. Termasuk persoalan lainnya, seperti pungutan liar (pungli), itu akan menjadi pengawasan kita, dan berharap tingkat pendidikan di Kota Makassar ini menjadi contoh bagi kabupaten lain.

Yang menjadi kekhawatiran kita di Dewan adalah adanya pihak lain yang sengaja untuk mengacaukan jalannya ujian masuk sekolah, yang sengaja mencari celah sehingga orang tidak fokus lagi dalam melaksanakan ujian masuk sekolah.

 

+ Seperti isu-isu sebelumnya tentang proses penerimaan yang melalui jalur khusus dengan memberikan sejumlah uang kepada pihak sekolah atau siswa yang masuk lewat jendela (letjen), bagaimana Anda menanggapi ini?

– Sebenarnya persoalan seperti itu semua menjadi poin pengawasan kita di Dewan, mudah-mudahan tidak ada pihak yang mencoba mencederai penerimaan siswa baru tahun ini. Karena kita ingin betul-betul menyaring siswa orang serius ingin bersekolah. Kan kasian ada orang yang berprestasi kemudian gagal masuk ke sekolah hanya karena persoalan adanya titipan dan sebagainya.

Okelah lumrah itu ada titipan, tapi saya berharap teman-teman kepala sekolah itu harus melihat kondisinya. Misalnya saja mengupayakan orang yang diterima itu adalah orang-orang yang tinggal di daerah dekat sekolah tersebut, lalu ada anak guru yang kebetulan berprestasi. Jadi jangan dilihat karena dia anak guru, tetapi karena prestasinya itu bisa di jadikan prioritas utama

 

+ Terkait dengan adanya isu pungutan liar yang kerap menjadi sebuah persoalan ketika masa PSB, tindakan Dewan?

– Sejak awal kami di dewan selalu menekankan bahwa pascapenerimaan siswa baru di semua sekolah itu tidak ada pengutan apapun alias gratis kecuali RSBI.

Untuk sanksi, kita serahkan kepada pihak Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Kota Makassar untuk itu. Karena mereka lebih berhak dengan permaslaah ini dan saya pikir ada kesepakan internal antara pihak sekolah dengan Diknas. (RS1)

 

Awas “Lejen” di Pendaftaran Siswa Baru!

Percuma Orangtua Siswa Minta Saya Memasukkan Anaknya

Lumrah Ada Titipan, Tapi Lihat Kondisinya

Komentar