oleh

Awas “Lejen” di Pendaftaran Siswa Baru!

Editor : rakyat-admin-HL, Wawancara-
MEMBELUDAK - Suasana pendaftaran di SMK Negeri 8 Makassar yang membeludak. Pendaftaran akan ditutup besok, Kamis (28/6).

RAKYAT SULSEL . MAKASSAR — Pendaftaran calon siswa baru (PSB) di sejumlah sekolah sudah dimulai sejak Senin (25/6) hingga Kamis (28/6) mendatang. Ternyata, peminatnya cukup banyak. Hingga kemarin, para pelamar di beberapa sekolah harus antre memperoleh formulir pendaftaran.

Dari pantauan Harian Rakyat Sulsel, beberapa sekolah unggulan dijubeli banyak pendaftaran. Rupanya, sekolah unggulan menjadi favorit. Seperti terlihat di SMAN 2 dan SMAN 5.

Pendaftaran siswa baru di setiap jenjang pendidikan di Makassar akan berlangsung hingga 28 Juni mendatang. Sedangkan ujian seleksinya dijadwalkan akan berlangsung 30 Juni khusus untuk sekolah unggulan. Selain SMAN 2 dan SMAN 5, SMA unggulan lainnya adalah SMA Negeri 3 dan MAN Model Makassar.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Mahmud BM mengatakan PSB dilakukan secara gratis. Sekolah dilarang keras memungut biaya pendaftaran dari calon siswa baru. Pantauan kemarin, proses pendaftaran memang berjalan tanpa pungutan. Sekolah hanya mewajibkan pelamar membeli map seharga Rp 4 ribu per lembar.

Untuk menghindari masuknya siswa lewat jendela (letjen), maka Dinas Pendidikan menggunakan sistem komputerisasi. “Kami di Dinas Pendidikan Kota Makassar dalam pendaftaran masuk siswa ni menggunakan cara komputerisasi. Ini memang sudah lama kami lakukan. Jadi nantinya setiap calon siswa/siswi yang mendaftar di sekolah, baik itu SD, SMP, SMA/SMK akan dimasukan biodatanya ke dalam sistem komputer. Sehingga, hasil tes nanti bisa ketahuan siapa yang lulus maupun tidak lulus,” katanya.

Dewan pun akan melakukan pengawasan selama pendaftaran hingga penerimaan siswa. Termasuk, mengantisipasi masuknya siswa lewat jendela (letjen). “Sebenarnya persoalan seperti itu semua menjadi poin pengawasan kita di Dewan, mudah-mudahan tidak ada pihak yang mencoba mencederai penerimaan siswa baru tahun ini. Karena kita ingin betul-betul menyaring siswa orang serius ingin bersekolah. Kan kasian ada orang yang berprestasi kemudian gagal masuk ke sekolah hanya karena persoalan adanya titipan dan sebagainya,” katanya.

“Okelah lumrah itu ada titipan, tapi saya berharap teman-teman kepala sekolah itu harus melihat kondisinya. Misalnya saja mengupayakan orang yang diterima itu adalah orang-orang yang tinggal di daerah dekat sekolah tersebut, lalu ada anak guru yang kebetulan berprestasi. Jadi jangan dilihat karena dia anak guru, tetapi karena prestasinya itu bisa di jadikan prioritas utama,” tambahnya. (RS1-RS9/D)

 

Awas “Lejen” di Pendaftaran Siswa Baru!

Percuma Orangtua Siswa Minta Saya Memasukkan Anaknya

Lumrah Ada Titipan, Tapi Lihat Kondisinya

Komentar