oleh

Pimpin Demo Besar-besaran, Bupati Lumpuhkan Tonasa

Editor : rakyat-admin-Berita, HL-

RAKYAT SULSEL . PANGKEP – Aktivitas PT Semen Tonasa kemarin benar-benar terganggu dan sempat lumpuh. Ratusan masyarakat Pangkep yang dipimpin langsung Bupati Syamsuddin A Hamid, menggelar demo dan menduduki kantor pusat pabrik semen ini.

Demo ini merupakan puncak kemarahan masyarakat terhadap putusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB). Dengan menggunakan puluhan mobil dan ratusan kendaraan roda dua, massa langsung merangsek memasuki halaman kantor pusat PT Semen Tonasa. Massa yang terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS), Kepala Desa/lurah dan berbagai elemen kemasyarakatan, kepemudaan dan kemahasiswaan di kabupaten Pangkep ini juga membawa keranda mayat dan beberapa spanduk yang berisi penolakan dan kecaman atas putusan RUPS-LB yang dinilai melukai hati masyarakat Pangkep.

Sesampainya di depan lobi, massa langaung mendaulat bupati menyampaikan orasinya. Dalam orasinya, bupati meluapakan kemarahannya dengan mata berkaca-kaca dan suara serak. Syamsuddin dengan tegas menyatakan bahwa aksi yang dilakukannya ini adalah bentuk perjuangannya untuk memenuhi hak-hak masyarakat Pangkep sebagai pemilik lahan yang dieksplorasi PT Semen Tonasa.

“Orang Pangkep tidak pernah minta untuk dilahirkan di Pangkep, tapi ini merupakan anugrah dari Tuhan, kita semua dilahirkan di sini bersama gunung-gunung dan hutan yang sudah berpuluh-puluh tahun ditambang Tonasa. Tapi apa yang didapat orang Pangkep? Tidak ada, kecuali limbah dan debu,” teriak Syamsuddin melalui pengeras suara.

Syamsuddin menegaskan bahwa dirinya siap menanggung risiko apapun apabila aksinya ini dianggap sebuah kesalahan. Namun menurutnya, walapun ia dicopot sebagai bupati ia tetap berada bersama masyarakt dalam memperjuangkan agar ada putra Pangkep yang masuk ke dalam jajaran komisaris PT Semen Tonasa. “Saya siap tanggung risiko apapun karena memimpin aksi ini,. Tapi ingat, sebagai bupati atau tidak sebagai bupati saya tetap berada di barisan paling depan dalam memperjuangkan nasib orang Pangkep,” ucapnya.

Ketua DPD II Partai Golkar ini meyakini di belakang para komisaris yang terpilih ada kekuatan politik yang membekingi mereka. Tapi Syamsuddin menegaskan bahwa dirinya tidak peduli siapapun yang ada di belakang para komisaris yang terpilih. Karena menurutnya, calon komisaris yang diajukannya juga dibekingi oleh masyarakat Pangkep, bukan kepentingan satu atau dua golongan.

“Saya tahu bahwa di belakang para komisaris (yang dilih dalam RUPS-LB) itu ada bekingnya, tapi kita tidak peduli karena kita (calon komisaris yang diajukan bupati) juga punya beking yaitu masyarakat Pangkep,” tegasnya.

Setelah berorasi sekitar tiga puluh menit, perwakilan dari Tonasa akhirnya menerima bupati bersama rombongan. Dalam negosiasi yang berlangsung di lantai tiga gedung kantor pusat PT Semen Tonasa, bupati didampingi sejumlah tokoh masyarakat diantaranya Zohra Andi Baso, Sukhri Syawir, Zulaidin Bagenda Ali, Ketua DPRD Pangkep Andi Ilham Zainuddin, anggota DPRD Pangkep Rizaldi Parumpa, Haris Gani, dan Arsyad Yunus. Namun tidak ada hasil positif bagi massa dari negosiasi yang digelar kurang lebih satu jam itu. Manajemen PT Semen Tonasa tetap pada sikapnya bahwa mereka tidak punya wewenang untuk mengintervensi keputusan pemegang saham.

Kecewa dengan hasil ini, Bupati Pangkep memerintahkan warganya untuk tidak meninggalkan kantor Tonasa sampai tuntutan mereka terpenuhi. Syamsuddin mewanti-wanti Kapolres Pangkep, AKBP Idil Tabransyah  agar tidak memerintahkan aparat kepolisian untuk melakukan pembubaran terhadap massa yang akan menginap di PT Semen Tonasa.

“Saya minta dengan sangat kepada kapolres untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang bisa mencederai aksi ini, jangan menyakiti masyarakat. Mereka datang kesini hanya untuk menyampaikan keinginan mereka sebagai putra daerah,” tegas Syamsuddin.

Suasana di sekitar PT Semen Tonasa terus mencekam. Menjelang sore hari massa membakar puluhan ban bekas dan memblokir jalan dengan menggunakan truk tronton. Asap hitam dari ban terbakar terus membumbung. Aparat gabungan dari TNI/ kepolisian bersenjata lengkap bersama kendaraan water canon terlihat bersiaga tidak jauh dari lokasi pemblokiran.

Sementara persiapan untuk menduduki PT Semen Tonasa sepertinya sudah mantap. Dua buah tenda ukuran sedang dan satu unit mobil dapur umum juga sudah berada di lokasi. (K5)

Komentar