oleh

Pembangunan Makam Elit Mengada-ada

Editor : rakyat-admin-Daerah-
Mujiburrahman

RAKYAT SULSEL . MAKASSAR — Rencana pembangunan kompleks Makam Elit oleh Lippo Group menuai pro-kontra di kalangan anggota DPRD Kota Makassar. Beberapa dewan mengaku tidak mempersoalkan namun sebagian lain menilai rencana itu mengada-ada.

Wakil Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Makassar dari Fraksi PDK Mujiburrahman menilai pembangunan makam dengan konsep elit adalah hal yang tidak perlu. Makam yang dikomersialiasikan menurut dia perlu dibuatkan regulasi dan sejauh mana korelasinya dengan Perda IASmo bebas yang selama ini diberlakukan.

“Menurut saya pemakaman itu tidak perlu. Belum jelas aturannya, perlu dibuat lagi aturannya,  sementara saat ini sudah ada Perda IASmo bebas yang mengatur kebebasan retribusi penguburan.  Beda dengan bangunan lain punya nilai taksasi. Orang mengenal pemakaman itu adalah hal yang sakral jadi saya rasa tidak layak jika dikomersilkan,” kata Mujiburahman, Senin (25/6), kemarin .

Hal senada juga disampikan oleh Ketua Komisi B Bidang Ekonomi DPRD Makassar dari Fraksi PKS, Irwan ST. Secara tegas ia menilai rencana pembangunan makam elit adalah hal yang mubazir. Menurutnya persoalan makam adalah urusan akhirat yang tidak bisa dijadikan lahan bisnis.

“Tidak perlu, itu hal yang mubazir. Yang masyarakat butuhkan adalah lahan tanpa ada perbedaan kelas yang mana makam orang kaya yang mana untuk orang miskin,” tegasnya.

Tanggapan berbeda dilontarkan anggota Komisi B Bidang Kesra dari Fraksi PKS, Muh Iqbal Djalil. Ketua Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Makassar sekaligus anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) Makassar ini mengaku wacana makam elit dapat saja dilakukan selama konsep elit yang dibuat sebatas pada lahannya bukan pada bangunan makam.

Dia menjelaskan dalam Islam tidak ada hukum atau hadis penguburan itu harus elit atau tidak.

“Tidak ada dalam hukum Islam, jenazah itu mau ditempatkan di laut ataupun di darat, yang ada dalam Islam dibuat sesederhana mungkin. Kalau dibayar semahal apapun dia, jika disanggupi saya rasa tidak masalah asalkan sebatas pada lahannya bukan bangunan yang berdiri di atas makam,” kata legislator PKS yang akrab disapa Ustad Ije itu.(RS1/eui/C)

Komentar