oleh

LCKI Desak Warga Keturunan Belanda Disidangkan

Editor : rakyat-admin-HL, Hukum-

Terkait Kasus Perselingkuhan

 

Kedua tersangka saat dipergok aparat kepolisian di salah satu hotel di Makassar, beberapa waktu lalu

RAKYAT SULSEL . MAKASSAR – Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar didesak untuk segera melimpahkan kasus warga keturunan Belanda, Ignatius Ledwig Lehmann (59) dan Sarah Febriana (47) ke Pengadilan Negeri (PN) Makassar. Warga keturunan Belanda yang berprofesi sebagai shinse atau terapis totok di Jakarta ini, sebelumnya diproses hukum lantaran tepergok berduaan dengan Sarah Febriana yang bukan muhrimnya di salah satu kamar hotel di Jalan Kajoalalido, beberapa bulan lalu.

Desakan itu muncul dari pihak Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Sulsel. LCKI menganggap kasus ini perlu segera ditindak lanjuti. “Harus segera ditindak lanjuti. Karena akan menjadi preseden buruk jika kasus ini tidak diselesaikan secepatnya,” ujar Wakil Ketua LCKI Sulsel, Andi Baso Tenri Gowa.

Ia menganggap, kasus ini menjadi perhatian masyarakat. “Kalau dibiarkan tanpa penyelesaikan akan membuat masyarakat bertanya-tanya,” terangnya lagi.

Sekadar diketahui, beberapa saksi telah dimintai keterangannya oleh pihak penyidik kepolisian, terkait dugaan perselingkuhan yang dilakukan keduanya. Mereka yang telah diperiksa penyidik yakni kakak Sarah yakni Riana Thamrin beserta suaminya Thamrin Samad yang tinggal di Tidung Makassar. Kedua nama tersebut telah dipanggil penyidik sebagai saksi pada Jumat (10/2) lalu.

Kedua saksi diketahui kerap berkunjung ke kamar 1412 salah satu hotel di Jalan Kajoalalido tempat pasangan selingkuh tersebut bermalam. Selain itu, dua saksi lainnya yakni Charles H kakak Sarah, dan Yuliana Charles juga telah dipanggil sebagai saksi.

Charles H dan Yuliana  diketahui satu pesawat dari Jakarta bersama pasangan tersebut. Dari airport mereka langsung ke hotel dan masuk kamar. Setelah dua jam Charles dan Yuliana meninggalkan pasangan selingkuh itu dan menuju ke rumah Riana Thamrin di Tidung.

Keduanya digerebek aparat kepolisian berkat informasi dari pihak keluarga Sarah tentang dugaan perselingkuhan tersebut. Polisi dari unit reskrim Polrestabes Makassar yang menerima informasi itu, langsung melakukan pengecekan di lapangan.

Saat itu mereka sudah tiga hari berada di hotel dan berencana bermalam selama empat hari. Keduanya awalnya mendapatkan voucher hotel yang dibeli dari travel agency di Bogor.

Keduanya yang diketahui masing-masing telah memiliki cucu itu, oleh polisi kemudian digelandang ke Mapolrestabes Makassar untuk dimintai keterangan. Mereka sempat ditahan 1×24 jam guna keperluan pemeriksaan terkait kasus dugaan perselingkuhan dan perzinahan.

Tersangka terbang dari jakarta bersama abang kandung SF bernama Charles H serta Juliana putri Charles H. Meraka dijemput di airport oleh Riana Thamrin. Bersama-sama mereka ke hotel mengantarkan pasangan yang menjadi tersangka. Kemudian meninggalkan pasangan itu di kamar hotel berduaan.

Sementara itu, berdasarkan surat Penuntut Umum, Haruna SH, nomor B 1426/R.4.10.3/Ep./06/2012, tanggal 7 Juni 2012, menyatakan bahwa berkas perkara pidana atas nama tersangka Sarah Febrina dan Ignatius Ledwig Lehmann, nomor : BP/09/V/2012/Reskrim tanggal 14 Mei 2012 telah diterima 31 Mei 2012, setelah dilakukan penelitian, berkas tersebut dinyatakan lengkap atau P21. (RS4/her/C)

Komentar