oleh

Baliho Bakal Calon Kepala Daerah Dirusak

Editor : rakyat-admin-Daerah-

RAKYAT SULSEL . BONE – Sejumlah baliho milik bakal calon (Balon) bupati dan wakil bupati di Bone serta bakal calon Gubernur Sulsel dirusak oleh oknum tidak bertanggung jawab di Kecamatan Lappa Riaja dan Bengo, Kabupaten Bone.

Sayangnya, pengerusakan dan penurunan baliho milik para kandidat kepala daerah tersebut tidak semua dirusak atau diturunkan. Ada sejumlah baliho milik calon tertentu yang tersisa.

Pemerhati Politik di Kabupaten Bone M Djunaid, Senin (25/6) menuturkan, sejak 22 Juni, diduga Camat Lappa Riaja dan Bengo memerintahkan warga menurunkan sejumlah baliho kandidat tertentu dan itu dapat menciderai demokrasi di Bone.

Menurutnya, dengan diturunkan dan dirusaknya sejumlah baliho itu menunjukkan adanya intimidasi pada masyarakat dan para bakal calon yang kan bertarung pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) di Bone.

“Diturunkannya baliho tersebut sama artinya menutup mata masayarakat untuk mengenal siapa figur yang harus mereka pilih. Tidak hanya itu, perbuatan ini bisa dianggap membodohi masyaraakat, padahal harusnya momen pemilukada bisa jadi pembelajaran politik bagi masayrakat di Bone,” ungkap Djunaid.

Djunaid bahkan menegaskan, harusnya oknum yang memerintahkan perusakan dan penurunan baliho tersebut bisa berbaik hati dengan menjunjung tinggi demokrasi.

Sementara itu, Camat Bengo Anwar membantah tudingan tersebut. Menurutnya, dirinya ataupun pihak yang dia perintahkan tidak pernah meminta apalagi memerintahkan kepala desa untuk menurunkan baliho.

“Boleh lihat, justru di Kecamatan Bengo ini, baliho kandidat bupati dan gubernur kian menjamur. Saya bahkan selalu menghimbau masyarakat untuk tidak mengganggu baliho yang ada. Kalau ada yang menuding, saya berani tunjukkan bahawa saya pelakunya, silahkan buktikan,” tegasnya.

Hal senada diungkapkan Sunding, Kepala Desa Liliriawang Kecamatan Bengo. “Silahkan cek dan lihat sendiri di daerah kami, kalau baliho para kandidat bupati dan gubernur berjejer rapi di pinggir jalan tanpa ada yang pernah mengganggunya, apalagi merusaknya,” ungkap Sunding.

Sementara Wakil Bupati Bone Andi Said Pabokori yang dikonfirmasi secara terpisah menjelaskan, hingga saat ini pihaknya belum menerima adanya larangan terkait pemasangan baliho tersebut. Mernurutnya, bila ada penurunan baliho sepihak, itu pelanggaran. “Bila ada kepala desa termasuk camat yang menurunkan baliho akan kami panggil,” ungkapnya.

Said juga berpesan kepada pegawai negeri sipil (PNS) di jajaran Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bone   tidak terlibat langsung urusan politik. “Kalau tidak bisa netral jangan jadi pejabat,” pungkas Said.(K19/not/D)

Komentar