oleh

Tuntutan Dicuekin, 5.000 Massa Ancam Duduki Tonasa

Editor : rakyat-admin-Ekonomi & Bisnis, HL-

RAKYAT SULSEL . PANGKEP – Kemelut hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS-LB) PT Semen Tonasa semakin memanas. Apalagi setelah tuntutan masyarakat Pangkep belum ada titik temu penyelesaian.

Sekitar 5.000 orang massa dari berbagai elemen masyarakat akan turun kejalan dan dipimpin langsung oleh Bupati Pangkep, H Syamsuddin A Hamid. Rencananya massa akan bergerak dari seluruh desa dan kecamatan masing-masing dan dipimpin oleh kepala desa dan camat se-Kabupaten Pangkep. Massa akan berkumpul di depan kantor Pusat PT Semen Tonasa dan melumpuhkan operasional PT Semen Tonasa.

Menurut H. Haris Gani, salah seorang negosiator aksi, selain dari unsur pemerintahan, puluhan lembaga kemasyarakatan, organisasi pemuda dan mahasiswa juga akan bergabung. Haris menjelaskan bahwa aksi hari ini adalah akumulasi dari kekecawaan dan kemarahan warga Pangkep terhadap PT Semen Tonasa yang selama ini beroperasi di Pangkep namun dianggap tidak memberi kontribusi positif buat masyarakat Pangkep.

“Semua elemen di Pangkep akan bergabung, pemerintah, mahasiswa, LSM, pemuda, semuanya akan sama-sama meneriakkan penolakan hasil RUPS-LB. Ini harga mati, pokoknya harus ada putra daerah yang jadi komisaris, untuk persiapan teknis semua insya Allah sudah mantap,” ucap Haris..

Haris mengungkapkan bahwa rencana aksi pendudukannya belum ditentukan batasnya. Menurutnya, aksi ini akan terus digelar sampai tuntutan mereka dipenuhi. “Mau dua hari, satu minggu, satu bulan kami belum tahu, yang pasti aksi ini akan terus berlangsung selama pemegang saham tidak mengubah keputusannya,” ujarnya.

Selanjutnya, Haris  yang juga anggota DPRD Pangkep mengatakan jika sebenarnya ini merupakan puncak kekecewaan warga Pangkep terhadap kehadiran sekitar 43 tahun PT Semen Tonasa. “Tonasa hanya mengeruk, dan merusak alam tanpa mempedulikan warga sekitar,” ketus mantan ketua KNPI ini. Bantuan PT Semen Tonasa kepada masyarakat Pangkep masih sangat minim, sementara keuntungan yang diperoleh industri ini sangat besar setiap tahunnya.

Tujuan utama, selain meminta pihak direksi PT Semen Gersik mengubah hasil RUPS-LB dengan memasukkan warga Pangkep dalam susunan komisaris PT Semen Tonasa. Begitu juga, demonstran mendesak agar PT Semen Tonasa melepaskan diri dari PT Semen Gersik. “PT Semen Tonasa harus pisah dari Gresik, toh semua bahan bakunya kita punya. Kalau tidak pisah begini terus keadaannya, semua keputusan dari Gresik tanpa mempertimbangkan kondisi sosial di sini (Pangkep),” ucap Haris.

Menanggapi penjagaan yang sudah dilakukan oleh pihak kepolisian, Haris mengatakan bahwa itu memang sudah menjadi tugas polisi untuk menjaga keamanan. Haris juga menegaskan bahwa aksi hari ini adalah aksi damai.

“Konsepnya aksi damai, kita sudah komunikasi dengan polisi. Kami jamin tidak ada aksi anarkis, kita tidak mau merusak,” kata anggota Dewan Perwakilan rakyar Daerah (DPRD) Pangkep dari Partai Golkar ini.

Penolakan tidak hanya datang dari warga Pangkep, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Rudiyanto Asapa, mengungkapkan kekecewaannya. Menurutnya dirinya mengerti perasaan masyarakat Pangkep.

“Ini adalah bentuk penzaliman terhadap masyarakat Pangkep, kehadiran putra asli Pangkep dalam jajaran komisaris PT Semen Tonasa adalah hal yang mutlak, saya kecewa dengan hal ini,” kata Rudiyanto yang ditemui di sela-sela pelantikan pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Gerindra di kecamatan Mandalle dan Segeri Sabtu (23/6).

“Ini bukti bahwa Gubernur gagal memperjuangkan keinginan masyarakat Pangkep.Masyarakat Pangkep hanya jadi penonton, jadi korban dari limbah dan pencemaran PT Semen Tonasa, catat itu!” tegas Rudiyanto.

Di Kota Pangkajene yang menjadi ibu kota Pangkep, suasana persiapan untuk demonstrasi besok sudah mulai terlihat, dibeberapa titik strategis spanduk-spanduk penolakan sudah dipasang. Para aktifis juga mendirikan posko (BPBD) Pangkep terlihat berdiri diantara spanduk-spanduk. (*)

Komentar