oleh

Operasi Katarak Gratis Digelar di Rumah Sakit Sayang

Editor : rakyat-admin-Daerah-

RAKYAT SULSEL . Makassar,–Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) bekerjasama  Himpunan Bersatu Teguh (HBT) dan Polda Sulselbar, menggelar operasi katarak yang dipusatkan di Rumah Sakit Sayang, Sabtu (23/6) lalu. Operasi katarak ini diikuti 212 penderita katarak dan 64 pasien bibir sumbing.

Sekretaris PSMTI Makassar, Ronny Halim, mengatakan, operasi katarak ini, dilakukan untuk membantu warga miskin yang mengalami masalah dengan penglihatannya dan juga untuk penderita bibir sumbing. Operasi ini melibatkan dokter-dokter gabungan dari Rumah Sakit dan Polda Sulselbar.

“Kami ingin membantu, semoga bisa meringankan penderitaan warga yang terkena masalah, khususnya penyakit katarak dan bibir sumbing,” kata Ronny.

Senada dikatakan Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Chevy Ahmad Sopari. Ia mengungkapkan, pelaksanaan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara yang ke-66 terus dilakukan dengan pendekatan ke masyarakat. Salah satunya bekerjasama dengan berbagai pihak melaksanakan operasi katarak dan bibir sumbing secara gratis. Kegiatan tersebut dibanjiri pasien prasejahtera dari berbagai kabupaten dan kota di Sulsel.

“Kegiatan ini bekerjasama dengan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Sulawesi Selatan. Pelaksanaannya dikendalikan olah Himpunan Bersatu Teguh dan Yayasan Rana Minang Padang,” urainya.

Sementara, Ketua Himpunan Bersatu Teguh asal Pekan Baru, Andreas, pengusaha Tionghoa, bertindak sebagai penyandang dana sponsor operasi bibir sumbing dan katarak. Andreas dibantu oleh pengusaha asal Pandang, H King Churchil yang juga Ketua Yayasan Ranah Minang Padang, Sumatera Barat. King Churchil membawa 14 orang tim medis dari Padang.

Operasi Katarak dan Bibir Sumbing melibatkan 12 dokter spesialis asal Jakarta, RSPAD, Padang dan Pekan Baru. Dokter spesialis bedah plastik 5 orang asal Jakarta dan Makassar, dokter anestesi 2 orang asal Makassar, dokter umum 4 orang asal Makassar dibantu perawat mahir bedah dan penata anastesi 15 orang yang berasal dari Bandung dan Makassar.(RS5/C).

Komentar