oleh

Losari Tak Nyaman Lagi , Pengunjung Keluhkan Pengamen dan Pengemis

Editor : rakyat-admin-HL-
Keindahan Pantai Losari menjadi terusik dengan kehadiran para pengamen dan anak jalanan. Para pengunjung berharap agar pemerintah mengambil tindakan tegas agar lokasi ini dapat menjadi tujuan wisata yang menyenangkan.

RAKYAT SULSEL . MAKASSAR – Anjungan Pantai Losari merupakan salah satu ikon Kota Makassar. Selain menyuguhkan pemandangan pantai yang indah, tempat ini menjadi salah satu pilihan tepat untuk menikmati matahari terbenam. Maka tak heran jika lokasi ini menjadi alternatif warga Makassar dan sekitar untuk menghabiskan waktu senggang di akhir pekan.

Namun sayangnya, niat untuk menghilangkan penat di tempat ini selalu saja dirusak oleh segelintir orang. Berdasarkan pantauan Rakyat Sulsel, selain ramai pengunjung, tempat ini juga selalu dipadati dengan pengamen dan pengemis. Jika tak berulah, keberadaan mereka mungkin saja diterima oleh para pengunjung anjungan. Namun, kadang beberapa diantara mereka memperlihatkan sikap yang membuat para pengunjung risih hingga akhirnya tak betah dan memutuskan untuk meninggalkan lokasi ini.

Salah seorang pengunjung Pantai Losari bernama Indra yang sengaja datang bersama keempat rekannya  mengaku sangat terganggu dengan benyaknya pengamen dan anak-anak pengemis di tempat ini. Belum beberapa menit mereka menikmati keindahan Anjungan Pantai Losari, mereka sudah didatangi oleh beberapa pengamen dan pengemis. Meski telah ditolak, Indra mengaku mereka tidak menggubris dan tetap memainkan gitar sambil bernyanyi.

“Kalo tidak dikasi uang, pengamen memaksa minta uang. Belum lagi anak-anak juga mengganggu. Jadi tidak betah tinggal lama-lama di Pantai Losari. Padahal kami ingin tenang menikmati suasana Pantai Losari. Kalo begini keadaannya, mending cari tempat yang lebih aman,” keluhnya.

Tak hanya masalah pengamen dan anak-anak pengemis, untuk menikmati panorama di Pantai Losari para pengunjung yang menggunakan sepeda motor harus merogoh kocek karena harus membayar biaya parker senilai Rp2000. Ironis, di karcis parker jelas tertulis untuk biaya parkir sepeda bermotor hanya Rp1000.

“Saya juga bayar parkir motor Rp2000 setara dengan parkir mobil. Mudah-mudahan ini di perhatikan Pemerintah Kota Makassar agar kami juga bisa menikmati Pantai Losari dengan nyaman,” tambah mahasiswa salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Makassar itu.

Kondisi ini bukan kali pertama dikeluhkan oleh pengunjung Pantai Losari. Seharusnya Pemerintah Kota Makassar mengambil tindakan tegas agar Anjungan Pantai Losari menjadi lokasi tujuan wisata yang menyenangkan. Namun sayangnya, saat ingin dikonfirmasi, Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar Rusmayani Majid enggan berkomentar. (RS9/eui/C)

Komentar