oleh

Ribetnya Mengurus Paspor di Imigrasi Makassar (2-selesai)

Editor : rakyat-admin-HL-

Calo Berkedok Biro Jasa

 

ilustrasi

RAKYAT SULSEL . Di Kantor Imigrasi Kelas I Makassar calo paspor masih berkeliaran di mana-mana. Keberadaan mereka gampang terdeteksi, lantaran dalam menjalankan aksinya, menggunakan identitas sebagai biro jasa yang diberi cap ‘legal’ oleh pihak Imigrasi.

Para calo dalam menjalankan aksinya berlangsung terang-terangan. Mereka lebih leluasa keluar masuk ke ruang kerja staf imigrasi, untuk mengurus paspor.

Pihak Imigrasi Kelas I Makassar melegalkan calo ini. Spanduk imbauan agar masyarakat tidak mengurus surat perjalanan atau paspor lewat calo hanya sekedar slogan saja.

Salah satu calo, Hasan menawarkan jasa untuk pengurusan paspor. Hasan bisa mengurus paspor dengan biaya Rp500-600 ribu. “Kalau mau cepat, bisa saya urus. Paling cepat empat hari dan paling lama seminggu. Jadi, adik sisa tunggu untuk difoto, kemudian sisa tunggu paspornya jadi,” ucap Hasan yang sehari-harinya mangkal di kantor Imigrasi sejak pukul pagi hingga sore hari.

Di kantor ini, banyak calo seperti Hasan. Bahkan, dari pengamatan Rakyat Sulsel, tidak jarang, orang yang memakai seragam pegawai Imigrasi terlihat mondar-mandir membawa berkas mengurus paspor. Sulit membedakan antara calo dan pegawai Imigrasi. Karena mereka dalam menjalankan aksinya lebih leluasa mengurus, dari pintu ke pintu.

Kepala Sub Seksi Perizinan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Makassar, Noer Putra Bahagia mengakui jika pihaknya memang mengakomodir sejumlah biro jasa, tetapi itu bukan calo.

Dijelaskan, untuk pengurusan paspor, Imigrasi menetapkan biaya sebesar Rp255 ribu. Itu sudah berlaku di seluruh perwakilan kantor Imigrasi di Indonesia. Adapun untuk biaya formulir dan foto disesuaikan dengan kebijakan kantor Imigrasi daerah bersangkutan.

“Biaya ini diatur undang-undang. Sudah ditetapkan Kementerian Hukum dan HAM. Biaya tambahan tergantung kebijakan kantor Imigrasi di daerah,” tandasnya saat dihubungi Rakyat Sulsel, malam tadi.

Khusus untuk calo, pria yang akrab disapa Putra ini mengakui mengurus Paspor menggunakan biro jasa, diberi ruang khusus untuk pengambilan foto, dan sidik jari, sehingga mereka tidak perlu lagi mengantre. “Biaya yang dikenakan, memang relatif lebih mahaltergantung kesepakatan biro jasa dan kliennya, tanpa melibatkan pihak Imigrasi,” kilahnya.

Terkait untuk pengurusan paspor jamaah haji, Putra menjelaskan, Imigrasi Makassar hanya menarik tarif Rp255 ribu sama dengan paspor umum lainnya. Diungkapkan, urusan pembuatan paspor haji memang diakui pihak Kanwil Kemenag memasang biaya Rp520 ribu, tetapi yang masuk ke Imigrasi Rp255 ribu sesuai peraturan perundang-undangan.

“Itu urusan Kemenag. Kami di Imigrasi tetap menarik biaya Rp255 ribu. Kalaupun ada biaya di luar itu, bukan urusan kami,” tandasnya.

Dikonfirmasi, Kasubag Humas dan Kerukunan Umat Beragama Kanwil Kemenag menjelaskan Provinsi Sulsel, Muhammad Tonang menjelaskan, pengurusan parpor tersebut merupakan rangkaian dari proses penyelenggaraan ibadah haji tahun 2012 ini.

Pengurusan paspor haji melalui kerjasama Kementerian Agama dan Kanwil Depkum dan HAM dengan melibatkan pihak Imigrasi. “Biaya paspor jamaah haji sepenuhnya ditanggung pemerintah dan biayanya sama berlaku di seluruh Indonesia,” ucapnya saat dihubungi Rakyat Sulsel, malam tadi.

Pengurusan paspor bagi jamaah haji di Sulsel dimulai pekan ini. Tahapannya dengan mengisi formulir serta membawa bahan yang dibutuhkan untuk mengurus paspor ke kantor Imigrasi.

“Tahapannya sudah diatur Imigrasi, ada jadwal tiap daerah. Jamaah haji tinggal datang ke Kantor Imigrasi untuk foto. Tidak ada biaya tambahan,” jelasnya.

Selama pengurusan tersebut,Kemenag menggaransi tidak akan ada pembayaran sepersen pun. “Jadi, kami tekankan, biaya pengurusan paspor itu gratis dan ditanggung Kemenag, termasuk tes kesehatan yang nantinya di urus masing-masing di kabupaten/kota. Kuota Sulsel total sebanyak 7.221 jamaah,” tuntasnya.(RS4/D)

Komentar